BERITA BEKASI – Waktu bangun proyek molor lewat waktu kalender, cat tembok bangunan mulai memudar alias berubah warna, rembes ketika turun hujan dan sekarang keramik lantai pun amblas.
Hal itu dikatakan, Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Aji Prasetyo, menyoroti kondisi terkini Gedung Kantor Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Proyek Kantor Kelurahan dari Dinas Cipta Karya yang dikerjakan CV. Bunga Agung Perkasa ini sejak awal dibangun sudah menjadi sorotan media,” terang Aji, Selasa (29/4/2025).
Pihak Kelurahan Kebalen, kata Aji, sempat kerepotan menghadapi Pemilu Presiden 2024 lalu. Sebab bangunanya yang diharapkan selesai pada 24 Desember 2023 sesuai kalender molor dari target.
“Target kalender kan 3 bulan terhitung 21 Oktober 2023 sampai 24 Desember 2023 molor sampai ketemu tahun baru 2024. Akhirnya, Pemilu Kelurahan terpaksa sewa rumah warga di Perumahan,” jelasnya.
Meski begitu, lanjut Aji, kualitas bangunan yang dikerjakan CV. Bunga Agung Perkasa sangat memprihatinkan mulai cat yang memudar, rembes dan sekarang keramik amblas.
“Kalau kita lihat foto keramik amblas itu bawah tidak ada pengerasan alias kopong. Sebenarnya dari kemarin juga sudah banyak yang amblas, tapi ini yang terlihat parah,” ujarnya.
Aji pun mempertanyakan kinerja Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Dinas Cipta Karya, Kabupaten Bekasi. Pasalnya, CV. Bunga Agung Perkasa kembali mendapatkan proyek.
“Proyek rehap total bangunan Gedung SMP Negeri 7, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, senilai Rp2,6 miliar lebih,” ungkapnya.
Selain itu, CV. Bunga Agung Perkasa juga berhasil memenangkan proyek pembangunan Kantor Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi.
“Luar biasa sesuai namanya Perkasa. Bahkan CV. Bunga Agung Perkasa mampu mengeser CV. Kevin Jaya Mandiri (KJM),” sindirnya.
Meski ketika itu, tambah Aji, salah satu persyaratannya BG 09 CV. Bunga Agung Perkasa, telah dicabut sejak Februari 2023 namun hal tersebut tidak mempengaruhi untuk mendapatkan proyek Kantor Kelurahan Kebalen.
“Luar biasa bukan hanya CV. Bunga Agung Perkasa yang perlu diapresiasi, tapi ULP dan Dinas Cipta Karya kinerjanya juga perlu diapresiasi karena menghasilkan kualitas bangunan seperti itu,” pungkasnnya. (Hasrul)






