BERITA BEKASI – Ketika berbicara Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai tanggung jawab social perusahaan di Kota Bekasi merupakan sesuatu yang sulit diketahui alias abu-abu.
Hal itu dikatakan Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW) Indra Sukma menyenggol dana CSR untuk dapat sedianya membantu musibah banjir kiriman yang melanda Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Bicara CSR perusahaan di Kota Bekasi tidak pernah ada yang tahu secara pasti boleh dibilang antara ada dan tiada dan mungkin hanya Tuhan yang tahu,” sindir Indra, Selasa (11/3/2025).
Kota Bekasi sendiri, kata Indra, memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 12 Tahun 2019, tentang CSR namun sayangnya tidak diiringi dengan transparansi dan komitmen terkait pengelolaannya.
“Tidak pernah tahu pasti berapa sebenarnya jumlah perusahaan di Kota Bekasi dan bagaimana kaitan dengan UU Nomor: 40 Tahun 2007, tentang tanggung jawab social perusahaan,” tuturnya.
Terakhir diketahui, pembangunan lapangan serbaguna dari program CSR Bank BJB yang tersebar di 7 titik di Kota Bekasi yang dikelola Camat, Lurah, RT, RW, dan BKM setempat.
“Sebelumnya juga ada dukungan untuk bola Club Persipasi. Ya, tahunya kita hanya begitu aja, tapi tidak pernah tahu sebenarnya rilnya dapatnya berapa dari mana saja itu yang menjadi persoalan,” ujarnya.
Dikatakan Indra, transparansi CSR penting agar masyarakat mengetahui peruntukan dana CSR perusahaan, sehingga tidak terus menjadi pertanyaan ditengah masyarakat.
“Selain itu, agar dana CSR dapat digunakan secara tepat sasaran dan dapat menyatukan visi perusahaan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh Indra mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi, seharusnya memublikasikan data-data perusahaan yang memberikan CSR-nya ke Pemerintah melalui Forum CSR.
“Paparkan hasil realisasi pihak perusahaan terkait aksi sosialnya kepada masyarakat dan mengumumkan asal pemasukan dana CSR, besaran nilainya dan peruntukannya,” ucap Indra.
Sehingga, tambah Indra, dugaan negative yang selama ini terkait pengelolaan CSR Kota Bekasi hanya menjadi manfaat kelompok tertentu dengan pola-pola senyap terbantahkan.
“Apalagi seperti sekarang masyarakat Kota Bekasi lagi butuh pertolongan akibat musibah banjir sampai Walikota Bekasi mengeluarkan Surat Edaran donasi,” pungkas Indra. (Dhendi)






