BERITA BEKASI – Ketua KSM LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Rosul meminta pihak pengembang Perumahan Bumi Sakinah 2 yakni, PT. Buana Media Nusantara (BMN) memberikan akses jalan bagi warga setempat.
“Punnya lahan seluas 67.298 M2 dan berinvestasi di Kabupaten Bekasi sudah sewajarnya juga memberikan manfaat untuk warga masyarakat sekitar,” terang Rosul kepada Matafakta.com, Senin (10/3/2025).
Terlebih lagi, sambung Rosul, selain jalan tersebut dibutuhkan warga setempat akses tersebut juga merupakan akses jalan menuju Makan Kramat Uyut Bontot Bontot yang merupakan salah satu wisata religi di Bekasi.
“Kalau ketimbang akses jalan aja masih ngak mau ngasi lalu apa manfaat yang didapat warga setempat atau wilayah atas masuknya investasi kewilayah Kabupaten Bekasi. Ini perlu menjadi perhatian kita semua,” tuturnya.
Memang, lanjut Rosul, akses jalan tersebut tidak ditutup secara total oleh pihak pengembang Perumahan Bumi Sakinah 2 hanya setengah yang cuma bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua tidak bisa untuk roda empat.
“Ya, memang menurut keterangan pak Kades Zainal Abidin tahun 1983 jalan itu setapak. Kemudian perkembangnya waktu kebutuhan dilebarkan agar bisa dilalui roda empat dan sekarang lebarnya dikurangi lagi oleh pihak pengembang,” imbuhnya.
Bahkan, kata Rosul, terkait hal ini Kepala Desa Pahlawan Setia, Zainal Abidin juga memohon pengertian dari pihak pengembang untuk memberikan akses jalan warga seperti semula bisa dilalui kendaraan roda empat.
“Itu Kepala Desa setempat lho memohon untuk warganya agar diberikan akses jalan bahkan beliau sampai meminta jika perlu Pemerintah Pusat ikut turun tangan agar pihak pengembang Bumi Sakinah 2 menanggapi permohonanya,” ucap Rosul.
Untuk itu, tambah Rosul pihaknya selaku Organisasi Masyarakat LSM GMBI KSM Babelan pun berharap yang sama dengan Kepala Desa Pahlawan Setia, Zainal Abidin untuk memperjuangkan akses jalan warga tersebut.
“Kami KSM LSM GMBI Wilayah akan berada dibelakang warga untuk memperjuangkan akses jalan tersebut berdasarkan kemanfaatan masuknya investasi di Kabupaten Bekasi terhadap masyarakat dan wilayah,” pungkasnya. (Hasrul)






