BERITA BEKASI – Ketua KSM LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Babelan, Rosul, menyesalkan ketidakhadiran Kepala Desa (Kades) Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Pertemuan hari ini adalah atas inisiasi Camat Tarumajaya soal penutupan akses jalan warga Tambun Kutut yang ditutup secara sepihak oleh Developer Perumahan Bumi Sakinah 2,” terang Rosul kepada Matafakta.com, Senin (10/3/2025).
Artinya, sambung Rosul, pertemuan ini merupakan kepentingan warga dan masyarakat secara umum khususnya masyarakat Tambun Kutut terkait akses jalan yang semestinya menjadi prioritas bagi Kades Pahlawan Setia.
“Ada apa dengan Kades Pahlawan Setia, Zainal Abidin tidak hadir? Sementara para pihak lainnya pada hadir, termasuk pihak pengembang Perumahan Bumi Sakinah 2. Ini untuk yang kedua kalinya,” tegas Rosul.
Jangan sampai, lanjut Rosul, menimbulkan prasangka negative terhadap Kades Pahlawan Setia, terkait kepemilikan lahan seluas 67.298 M2 yang sudah dibeli pihak pengembang Perumahan Bumi Sakinah 2 yakni, PT. Buana Media Nusantara (BMN).
“Termasuk lokasi atau akses jalan warga yang sudah lebih dulu ada yang sekarang ditutup secara sepihak oleh pihak pengembang Perumahan Bumi Sakinah 2. Kalau prasangka kami salah ya hadirkan dong berikan keterangan,” ulasnya.
Dikatakan Rosul, sebagai pejabat wilayah, Kepala Desa memiliki tugas dan tanggung jawab memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa, melaksanakan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.
“Ini diwilayahnya lagi ada masalah penting yaitu terkait penutupan sepihak akses jalan warga dengan pihak pengembang Perumahan Bumi Sakinah 2 masa tidak hadir. Apalagi yang ngundang Camat. Ada apa?,” sindir Rosul.
Untuk itu, tambah Rosul, pihaknya LSM GMBI Wilayah meminta campur tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk memikirkan nasib warga Kampung Tambun Kutut dan akses Makam Kramat Uyut Bontot yang merupakan salah satu wisata religi di Bekasi.
“Seharusnya, keberadaan pengembang Perumahan Bumi Sakinah 2 itu dibalik menjalankan bisnisnya di Bekasi juga membawa dampak positif bagi warga setempat, bukan malah sebaliknya mematikan akses warga,” pungkasnya. (Hasrul)






