BERITA BEKASI – Adanya persoalan Pintu Air Kali Lengkak, Bekasi Timur yang dikabarkan dilarang dibuka oleh warga sekitar tanda ketidak siagaaan Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hal itu dikatakan Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma menyimak inspeksi mendadak Walikota Bekasi, Tri Adhianto ke Pintu Air Kali Lengkak, Jumat 7 Maret 2025.
“Tragisnya lagi, baru tahu ada beberapa alat vital di Pintu Air, termasuk pompa airnya hilang,” terang Indra, Sabtu (8/3/2025).
Dengan fakta itu, kata Indra, artinya Pemerintah Kota Bekasi, memang tidak serius siaga dalam menghadapi musim penghujan tahunan.
“Harusnya kalau sudah masuk musim penghujan segala sesuatunya itu dicek, terutama pada lokasi-lokasi vital terkait banjir yang sudah terpeta sebelumnya,” jelas Indra.
Bukannya, sambung Indra, setelah terjadi baru Tri Adhianto selaku Kepala Daerah, melakukan inspeksi mendadak ke Pintu Air Kali Langkak, Bekasi Timur.
“Kalau sekarang inspeksi mendadak marah-marah dilokasi ya percuma sudah terjadi banjir yang cukup parah tahun ini dari sebelumnya,” ucap Indra.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bekasi sudah mengeluarkan anggaran cukup banyak setiap tahunnya sebagai upaya untuk mengurangi dampak banjir di Kota Bekasi.
Upaya Pemerintah Kota Bekasi Kurangi Dampak Banjir
Folder Air Pengasinan Kelurahan Bojong Rawalumbu dengan Rp12 miliar APBD 2014 dan Folder Air Galaxy, Kelurahan Pekayon Jaya Rp8 miliar, Aren Jaya Bekasi Timur Rp15 miliar.
“Pembangunan Folder Jatikramat Jatiasih Rp2,7 miliar APBD 2022. DAS Kali Cakung Kecamatan Jatiasih APBD 2022 sebesar Rp1,7 miliar lebih,” imbuhnya.
Selain itu, ada peningkatan rehabilitasi saluran di Jl. KH. Noer Ali Jakasampurna yang menghabiskan APBD 2022 sebesar Rp 2,7 miliar. Folder Air Pondokmelati sebesar Rp6,2 miliar.
“Belum lagi beberapa proyek Revitalisasi Kali misalnya Kali Pete Bantargebang 2022 sebesar Rp 8,4 miliar yang dilaksanakan CV. Rainy’s Crown Abadi yang dilelang pada Juli 2022,” tuturnya.
Ada juga pengadaan pompa Alkon yang dibelanjakan Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air atau DBMSDA Kota Bekasi senilai Rp18,5 miliar oleh PT. Bimasakti Unitama dari Sleman.
“Belum lagi ada pembangunan sumur resapan Rp4,2 miliar dan untuk tahun 2024 malah kembali dianggarkan Rp1,8 miliar,” ungkapnya.
Masih kata Indra, pembangunan drainase (banjir) di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur dengan anggaran sebesar Rp1,6 miliar lebih APBD pada Juni 2023.
“Pada Mei 2023 melalui Dinas LH Kota Bekasi proyek penataan Hutan Kota yang menelan Rp2,8 miliar lebih APBD 2023 yang dimenangkan PT. Dwi Tunggal Sukses Bersaudara,” tuturnya.
Selain itu, ada juga penyusunan Master Plan Drainase Kota Bekasi sebesar Rp2,5 miliar pada APBD Tahun 2023 yang dimenangkan PT. Geodinamik Konsultan pada awal Februari 2023.
“Pembangunan Folder Cikiwul Kecamatan Bantargebar sebesar Rp8,9 miliar lebih APBD 2022 tepatnya dibulan Juli yang dimenangkan PT. Manessa Green Abadi,” pungkasnya. (Dhendi)






