BERITA BEKASI – Viral-viral setiap kegiatan Tri Adhianto bersama istrinya Wiwiek Hargono sudah dijalankan sejak mulai kembali mencalonkan dirinya untuk kembali menjadi orang Nomor 1 di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Setrategi viral memiral tersebut, tentu saja tujuannya untuk mendongkrak elektabilitas dan popularitas yang dianggap bisa menutupi kekurangan dan berusaha untuk meraih simpatik publik melalui media sosial, terutama di Kota Bekasi.
Namun ketika viral memiral tersebut diwaktu, tempat dan kondisi yang tidak tepat, maka akan menimbulkan masalah seperti yang sekarang menjadi sorotan publik disaat warganya dilanda kebanjiran Tri Adhianto dan istrinya ngungsi ke Hotel.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW) Indra Sukma mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah karena sebagai pemimpin yang lagi mengurusi warganya, tentu pikirannya jangan terbelah.
“Kan rumahnya kebanjiran juga dan sebagai pemimpin harus selalu siap tampil ke depan gimana kalau pikirannya juga kebelah mikiri keluarganya dan tentu harus ada tempat buat istirahat juga agar selalu prima ngurusi warga bersama istrinya,” terang Indra, Kamis (6/3/2025).
Masalahnya, kata Indra, adalah ketika saat tengah ngungsi itu sempat diviralkan maka rasa-rasanya ada yang kurang enak dirasa sebagai pemimpin yang berkaitan dengan rasa empatik terhadap warganya yang lagi mengalami kesusahan.
“Biasa sedikit-dikit selalu viral-viral akhirnya kebablasan lupa kalau situasi dan kondisinya tidak tepat. Ngak mungkin juga Walikotanya ngungsi ditenda dan bagaimana kaitan dengan keamanannya lagi kondisi seperti ini ya repot juga,” imbuhnya.
Untuk itu, lanjut Indra, Tri Adhianto selaku pemimpin yang kini sudah kembali lagi menjadi Walikota Bekasi di Pilkada 2024 kemarin bersama sang istri Wiwiek Hargono harus bisa mengontrol dirinya.
“Ngak selalu perlu viral-viral tunjukan aja kerja yang maksimal, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Bekasi. Terlalu viral juga ngak seimbang dengan kenyataan maka berbalik akan menjadi bumerang,” ujarnya.
Sebab, tambah Indra, masih banyak catatan atau pekerjaan rumah yang perlu dibenahi sepeninggalannya, termasuk hasil terakhir ada 20 temuan 84 rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) tahun 2023.
“Termasuk persoalan banjir tahunan dan beberapa SKPD yang bermasalah juga BUMD seperti Perumda Tirta Patriot yang selalu dikeluhkan masyarakat konsumen terkait kebutuhan air bersih,” pungkas Indra. (Dhendi)






