BERITA BEKASI – Tujuh wilayah di Kota Bekasi yang terdampak banjir yakni, Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Jati Asih, Pondok Gede, Bantargebang dan Rawalumbu.
Ketinggian air mencapai 1-2 meter dan wilayah yang paling parah terendam adalah Kawasan Jati Asih yang hampir seluruhnya dilalui oleh aliran Kali Bekasi yang meluap banjir kiriman.
Gelontoran anggaran puluhan miliar setiap tahunnya untuk program mengurangi dampak banjir di Kota Bekasi tak mampu menghindari banjir kiriman dari wilayah Bogor tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW) Indra Sukma mengatakan, memang sulit melawan kejadian alam yang menimpa Kota Bekasi yang terparah tahun 2025 ini.
“Ya, memang sulit melawan kejadian alam, tapi paling tidak kalau perencanannya tepat bisa mengurangi dampak bagi warga korban banjir di Kota Bekasi,” terangnya, Rabu (5/3/2025).
Apalagi, sambung Indra, Walikota Bekasi Tri Adhianto bukan orang baru di Kota Bekasi yang tahu persis kondisi Kota Bekasi ketika mengalami banjir kiriman dari wilayah luar.
“Tri Adhianto dulu Kepala Dinasnya sebelum maju menjadi Wakil Walikota Bekasi sampai menjadi Walikota Bekasi dua kali memimpin Kota Bekasi,” tuturnya.
Diantaranya Indra merinci, Folder Air Pengasinan Kelurahan Bojong Rawalumbu dengan Rp12 miliar APBD 2014 dan Folder Air Galaxy, Kelurahan Pekayon Jaya Rp8 miliar, Aren Jaya Bekasi Timur Rp15 miliar.
“Pembangunan Folder Jatikramat Jatiasih Rp2,7 miliar APBD 2022. DAS Kali Cakung Kecamatan Jatiasih APBD 2022 sebesar Rp1,7 miliar lebih,” imbuhnya.
Selain itu, ada peningkatan rehabilitasi saluran di Jl. KH. Noer Ali Jakasampurna yang menghabiskan APBD 2022 sebesar Rp 2,7 miliar. Folder Air Pondokmelati sebesar Rp6,2 miliar.
“Belum lagi beberapa proyek Revitalisasi Kali misalnya Kali Pete Bantargebang 2022 sebesar Rp 8,4 miliar yang dilaksanakan CV. Rainy’s Crown Abadi yang dilelang pada Juli 2022,” tuturnya.
Ada juga pengadaan pompa Alkon yang dibelanjakan Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air atau DBMSDA Kota Bekasi senilai Rp18,5 miliar oleh PT. Bimasakti Unitama dari Sleman.
“Belum lagi ada pembangunan sumur resapan Rp4,2 miliar dan untuk tahun 2024 malah kembali dianggarkan Rp1,8 miliar,” ungkapnya.
Masih kata Indra, pembangunan drainase (banjir) di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur dengan anggaran sebesar Rp1,6 miliar lebih APBD pada Juni 2023.
“Pada Mei 2023 melalui Dinas LH Kota Bekasi proyek penataan Hutan Kota yang menelan Rp2,8 miliar lebih APBD 2023 yang dimenangkan PT. Dwi Tunggal Sukses Bersaudara,” imbuhnya.
Selain itu, ada juga penyusunan Master Plan Drainase Kota Bekasi sebesar Rp2,5 miliar pada APBD Tahun 2023 yang dimenangkan PT. Geodinamik Konsultan pada awal Februari 2023.
“Pembangunan Folder Cikiwul Kecamatan Bantargebar sebesar Rp8,9 miliar lebih APBD 2022 tepatnya dibulan Juli yang dimenangkan PT. Manessa Green Abadi,” pungkasnya. (Dhendi)






