BERITA BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui dinas-dinasnya, terutama bidang pembangunan Gedung dan Infrasetruktur lainnya jangan hanya cuma bisa menciptakan banyak proyek, tapi mengabaikan kualitas.
Hal tersebut, dikatakan Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma yang prihatin dengan kondisi bangunan baru Kantor Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Kabupaten Bekasi.
“Malah rugikan? Sekarang itu Kantor Kelurahan Kebalen baru setahun, harus berpikir lagi mengeluarkan anggaran untuk instalasi listrik ulang, karena yang ada boleh dibilang tidak benar alias asal jadi. Mati total 2 hari ganggu pelayanan,” terangnya, Jumat (28/2/2025).
Bayangkan, kata Indra, kalau model kualitas proyek pekerjaan pisik seperti yang dikerjakan CV. Bunga Agung Perkasa (PT. BAP), terkait renovasi total Kantor Kelurahan Kebalen, tidak kebayang kerugian Keuangan Daerah.
“Tapikan ini contoh bahwa Dinas Cipta Karya cuma bisa menciptakan banyak proyek, tapi tidak bertanggung jawab dengan hasilnya. Padahal hasil itu, salah satu potensi yang bisa merugikan Keuangan Daerah,” jelasnya.
Artinya, sambung Indra, Negara atau Pemerintah Daerah sudah mengeluarkan anggaran yang sudah dikaji dan sebagainya, tapi tidak mendapatkan hasil atau kualitas yang sesuai, sehingga harus mengeluarkan biaya lagi.
“Baru setahun lebih dikit instalasi listrik bermasalah dan harus instalasi ulang. Itu baru soal listrik, belum bicara ubin diinjak pada bunyi cat tembok Gedung yang berubah warna alias memudar juga rembes kalau hujan. Gimana itu?,” sindirnya.
Kalau bicara, lanjut Indra, menciptakan proyek luar biasa cepatnya sampai-sampai APBD Tahun 2025, perkerjaan pisik, sudah habis dilelang lebih cepat dari keluarnya Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor: 900.1.1/640SJ.
“SE itu guna penyesuaian visi dan misi juga arahan pembangunan untuk pemimpin baru di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 11 Februari 2025 SE baru keluar diam-diam lelang proyek sudah digelar sejak Januari 2025. Cepet kalau urusan itu,” sindir Indra.
Tapi, tambah Indra, giliran hasil atau kualitasnya masa bodo yang penting banyak menciptakan proyek dan titik…titik…titik dah cukup dikalangan tententu aja yang paham ada apa untuk mendapatkan sebuah proyek di Kabupaten Bekasi.
“Jadi para pemangku kepentingan jangan cuma mikiri makin banyak ciptakan proyek makin banyak juga anu….nya yang didapat, tapi pikirkan juga potensi kerugian Keuangan Daerah. Ini istilahnya cuma main dikemasan saja dalam rusak,” pungkas Indra. (Mul)






