BERITA BEKASI – Sekretaris LSM Jendela Informasi (JEKO) Muhamad Ali mengkritik Surat Edaran (SE) Nomor: 400.14.1.1/Setda.Prokopim yang ditandatangani Wakil Walikota Bekasi, Harris Bobihoe yang mewajibkan warga Kota Bekasi menyanyikan lagu Kebangsaan.
“Apa Wakil Walikota pengen eksis? Baru tahu Wakil mengeluarkan SE itukan harusnya Walikota. Kan ngak ada kop Wakil Walikota. Cacat prosedur dong,” sindir Ali kepada Matafakta.com, Senin (24/2/2025).
Ngak ada salah, sambung Ali Wakil Walikota Bekasi, Harris Bobihoe, mengeluarkan himbauan karena Walikota Bekasi, Tri Adhianto tengah mengikuti retreat di Magelang setelah sebelumnya tertunda adanya surat dari Ketua Umum PDIP.
“Ya, sah-sah aja, tapi ngak harus SE cukup himbauan saja selaku Wakil Walikota Bekasi. Kalau SE itu tata naskahnya gimana? Apa Kabag TU tidak paham kan ngak ada cap Wakil Walikota,” tandasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) menerbitkan SE Nomor 400.14.1.1/Setda.Prokopim yang mewajibkan warga Kota Bekasi, Jawa Barat, mendengarkan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tertanggal 21 Februari 2025.
Pemutaran dan lagu Indonesia Raya dapat diperdengarkan dan dinyanyikan setiap pagi pada pukul 10 : 00 WIB. Setiap orang yang hadir pada saat lagu Indonesia Raya diputar diperdengarkan wajib untuk dinyanyikan dan berdiri tegak dengan sikap siap.
Himbauan itu ditujukan mulaidari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Bekasi, BUMD Kota Bekasi, Perbankan se-Kota Bekasi hingga Pimpinan Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan, Ketua RT, RW, Pusat Perbelanjaan dan seluruh Warga Kota Bekasi.
Tak sedikit intruksi atau Surat Edaran (SE) Nomor: 400.14.1.1/Setda.Prokopim Wakil Walikota Bekasi itupun menuai banyak kritik para nitizen. Kritik pedas yang lebih banyak dilontarkan.
Seperti akun Ndi yang menulis “Kirain himbauan untuk banyak-banyak baca sholawat, zikir dan baca Al-Qur’an jelang Ramadhan,” tulisnya, Senin (24/2/2025).
Sementara, akun Iamprime297 “Nasionalisme akan tumbuh jika hak-hak rakyat terpenuhi. Doktrinasi akan tercapai tujuannya kalau pikiran masyarakat udah tentrem ngak mikiri lagi hajat kebutuhan hidup,” ucapnya.
Ada juga yang menyampaikan kritikan “Itu trotoar benerin dulu, tukang parkir merajalela, Ormas peliharaan juga semakin banyak, jangan doktrin cinta Negara doang, tapi Negara ngak hadir memberikan manfaat bagi kehidupan rakyatnya wahai @Pemkot Bekasi,” tulis akun @denioktora.
“Jalanan banyak yang rusak, nunggu orang mati baru diperbaiki,diperbaiki juga asal-asalan, Bekasi jadi Kota elit tapi jalannya amburadul,” saut pemilik akun @irooeeell.
“Pemerintah kerja aja yang bener, otomatis nasionalis rakyat juga tinggi,” sindir pemilik akun @megagaron dan masih banyak lagi kritikan yang menyambut Surat Edaran Pemkot Bekasi tersebut.
Termasuk akun lucky.aris_family “Emak-emak yang lagi masak yang lagi ngurusin bocah diharapkan berhenti beraktifitasnya dulu mulai dari jam 9 pagi untuk mempersiapkan menyayikan Indonesia Raya. Siap-siap ya Mak!,” tulisnya. (Dhendi)






