Mantan Gubernur Babel Dicecar 22 Pertanyaan Soal Kontribusi Timah

- Jurnalis

Rabu, 29 Mei 2024 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mantan Gubernur Babel, Erzaldi Roesman Djohan

Foto: Mantan Gubernur Babel, Erzaldi Roesman Djohan

BERITA JAKARTA – Raut wajah mantan Gubernur Babel Erzaldi Roesman Djohan terlihat lelah usai 7 jam diperiksa penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), terkait perkara korupsi pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT. Timah Tbk tahun 2015–2022, Selasa (28/5/2024).

Dia diperiksa sejak Pukul 10.00 hingga 18.00 WIB dengan jumlah total sebanyak 22 pertanyaan soal potensi kekayaan alam berupa timah di Provinsi Bangka Belitung hingga kontribusi pertambangan timah terhadap kemajuan Bangka Belitung.

Namun demikian, menurutnya kerusakan alam dan lingkungan pasca penambangan tidak sebanding dengan pendapatan Provinsi dari sektor tambang. Begitu pun dengan tingkat kecukupan gizi, kesehatan, pendidikan bahkan pariwisata yang terus mengalami penurunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain eks Gubernur Bangka Belitung (Babel), Tim Penyidik juga memeriksa tiga saksi lainnya yakni, HT selaku Direktur CV. Maria Kita selaku Mitra IUJP PT. Timah Tbk, PSP selaku Wakil Direktur CV. Mineral Jaya Utama (Mitra IUJP PT. Timah Tbk) dan HS selaku Direktur CV. Jaya Mandiri selaku Mitra IUJP PT Timah Tbk.

Baca Juga :  Tipikor Jakarta Kembali Adili Mantan Hakim Agung Gazalba Saleh

Seperti diketahui dalam kasus ini, Kejagung menetapkan 21 tersangka. Terbaru Kejagung menetapkan 5 tersangka baru dalam kasus rasuah tersebut. Salah satunya adalah Hendry Lie (HL) yang juga merupakan founder atau bos maskapai penerbangan PT. Sriwijaya Air.

Dalam kasus korupsi pertambangan timah tersebut, HL berperan selaku beneficiary owner bersama dengan tersangka lainnya, Fandy Lingga (FL) yang menjabat marketing PT. Tinindo Internusa (TIN). Singkatnya, untuk HL dan FL berperan untuk pengkondisian pembiayaan kerja sama penyewaan alat peleburan timah.

Selain HL dan FL, Kejagung juga menetapkan SW Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015–2019, BN sebagai Plt Kadis ESDM Bangka Belitung pada 2019 dan AS selaku Plt Kadis ESDM Bangka Belitung sebagai tersangka.

Ketiganya diduga dengan sengaja menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) lima perusahaan smelter yakni PT. Refined Bangka Tin (RBT) hingga CV. Venus Inti Perkasa (VIP).

Para tersangka lain adalah Direktur Utama (Dirut) PT. Timah Tbk 2016-2021, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT), Direktur Keuangan PT. Timah Tbk 2018, Emil Ermindra (EE), Mantan Direktur operasional PT. Timah Tbk, Alwin Albar (ALW).

Baca Juga :  Mantan Dirut PT. Petamina Divonis 9 Tahun Penjara

Kemudian Komisaris PT. Stanindo Inti Perkasa, Suwito Gunawan (SG) Direktur PT. Stanindo Inti Perkasa, MB Gunawan (MBG) Dirut CV. Venus Inti Perkasa (VIP), Hasan Tjhie (HT) Eks Komisaris CV VIP Kwang Yung alias Buyung (BY), Dirut PT. SBS, Robert Indarto (RI) pemilik manfaat atau benefit official ownership CV. VIP, Tamron alias Aon (TN) sebagai Manager operational CV. VIP.

Selanjutnya, Achmad Albani (AA) Dirut PT. Refined Bangka Tin (RBT), Suparta (SP) Direktur Pengembangan PT. RBT, Reza Andriansyah (RA), General Manager PT. Tinindo Inter Nusa (TIN), Rosalina (RL) Manager PT. Quantum Skyline Exchange (QSE), Helena Lim (HLN).

Pihak Swasta, Toni Tamsil Harvey Moeis (HM) sebagai perpanjangan tangan dari PT. RBT Hendry Lie (HL) beneficiary owner Fandy Lingga (FL) sebagai marketing PT. Tinindo Internusa (TIN).

Kemudian SW selaku Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2015–2019, BN sebagai Plt Kadis ESDM Babel pada 2019, AS selaku Plt Kadis ESDM Babel. (Sofyan)

Berita Terkait

Tipikor Jakarta Kembali Adili Mantan Hakim Agung Gazalba Saleh
Mantan Dirut PT. Petamina Divonis 9 Tahun Penjara
PN Kota Ambon, Putusan Inkrah Dikalahkan Dengan Putusan Baru
Divonis Hakim 8 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Sebut Surat Dakwaan Jaksa Tak Sah
Kejari Jakpus Sita Harta Terpidana Kasus Alih Fungsi Lahan Surya Darmadi
PN Cikarang Diminta Objektif Soal Perkara Setyawan Priyambodo
Kuasa Hukum Sebut Tuntutan Jaksa Perkara Narkoba Cacat Yuridis
Tim Penyidik Pidsus Kejari Jakut, Tahan Tersangka Korupsi Kredit Fiktif
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 07:28 WIB

Kejari Kabupaten Bekasi Diminta Tangkap Mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 24 Juni 2024 - 11:00 WIB

Waduh…!!!, Perusahaan Daftar Hitam UI Menangkan Lelang di Kota Bekasi 

Senin, 24 Juni 2024 - 09:54 WIB

Ini Kata Delvin Chaniago Soal Rencana Penyuluhan Petugas Damkar Kota Bekasi

Senin, 24 Juni 2024 - 08:53 WIB

Soal Pembatalan Proyek PSEL, JNW: Bisa Aja Mantan Walikota Bekasi Ngelesnya!

Minggu, 23 Juni 2024 - 09:45 WIB

FKMPB: Peran Kepala Bidang di Dinas Kabupaten Bekasi Mandul  

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:19 WIB

Bentuk Dinasti, LSM LIAR Desak Inspektorat Audit Desa Pantai Harapan Jaya

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:51 WIB

Pj Walikota Bekasi Raden Gani Resmi Batalkan Proyek PSEL Kota Bekasi

Jumat, 21 Juni 2024 - 12:42 WIB

Harus Pulangi Rp4,7 Miliar, JNW: Proses Hukum Menanti Dispora Kota Bekasi     

Berita Terbaru

Foto: Alvin Lim, SH, MH

Berita Utama

Kasus Vina Cirebon Vs Jessica Bukti Penegakan Hukum Sudah Rusak

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:32 WIB

Deklarasi Paket Pimpinan DPD-RI 2024-2029

Berita Utama

Langgar Kode Etik, BK DPD-RI Diminta Berikan Sangsi Tegas LaNyalla

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:09 WIB

Foto: Menkoinfo Budi Arie Setiadi (Kiri) dan Pakar Hukum, Abdul Fickar Hadjar (Kanan)

Berita Utama

Pakar: Pemain Judi Online Adalah Pelaku Kejahatan Bukan Korban Judol

Selasa, 25 Jun 2024 - 17:49 WIB