Terdakwa Ahiang Bantah Barang Bukti Sabu-Sabu Miliknya

- Jurnalis

Rabu, 15 Mei 2024 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Persidangan

Suasana Persidangan

BERITA JAKARTA – Singgih Prananto Siam alias Ahiang terdakwa kasus dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu mengaku, tidak ada barang bukti sabu dalam dirinya, ketika ditangkap polisi Polsek Swah Besar Jakarta Pusat pada Jumat 26 Januari 2024.

“Ketika saya ditangkap dan digeledah polisi Polsek Sawah Besar, tidak ditemukan sabu-sabu,” ujar Ahiang saat ditanya Ketua Majelis Hakim Teguh Susanto diruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024).

Terdakwa Ahiang juga menyangkal narkoba sabu-sabu yang disita oleh penyidik Polsek Sawah Besar yang dijadikan barang bukti dipersidangan bukan miliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi barang bukti sabu-sabu yang diperoleh dari rumah yang terdakwa tinggali, ini milik siapa?,” tanya Hakim. “Tidak tahu,” ucapnya.

Setelah Majelis Hakim selesai bertanya, kini giliran Penuntut Umum Ismi Khairunisa mempertegas pertanyaan Majelis Hakim soal sabu-sabu yang didapat oleh penyidik Polsek Sawah dari tempat tinggal terdakwa Ahiang.

Baca Juga :  Mantan Dirut PT. Petamina Divonis 9 Tahun Penjara

“Saya hanya mempertegas sabu-sabu ini diperoleh dari mana,?” tanya Jaksa Ismi. “Dari dalam rumah,” jawabnya. “Bagaimana polisi bisa mendapatkan barang bukti sabu-sabu dari dalam rumah?” cecar Jaksa. “Polisi ambil kunci rumah dari dalam saku celana saya,” tutur Ahing lagi.

“Bagaimana polisi bisa ambil kunci rumah dari dalam saku celana anda?” Jaksa Ismi kembali bertanya. “Karena polisi geledah saku celana saya dan ditemukan kunci rumah,” jelas dia.

Kemudian Ahiang pun akhirnya menjelaskan kronologis saat dirinya ditangkap polisi. Saat itu Jumat 26 Januari 2024 malam mau pulang dari warung kopi, tiba-tiba dari belakang ada orang memiting batang lehernya.

“Mengaku dari Polsek Sawah Besar. Kemudian polisi langsung menggeledah tubuh saya dan ditemukan kunci rumah, handphone dan uang Rp200 ribu,” jelasnya.

Ahiang juga mengakui bahwa penyidik tidak memberitahu jika dirinya akan dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, saat dilakukan pelimpahan tersangka, berkas perkara dan barang bukti (tahap dua, red) dari penyidik Polsek Sawah Besar kepada Penuntut Umum.

Baca Juga :  Tipikor Jakarta Kembali Adili Mantan Hakim Agung Gazalba Saleh

Saat tiba, sambung Ahiang dikantor Kejari Jakarta Pusat, dirinya hanya ditanya seputar permasalahan perkaranya dihadapan Jaksa Ismi. “Iya saya ingat. Saya cuma ditanya-tanya aja,” aku Ahiang.

Saat Majelis Hakim memberikan kesempatan bertanya kepada Kuasa Hukum Ahiang, Raden Nuh juga mengulik perihal sikap penyidik Polres Jakarta Pusat yang diam-diam membawa kliennya ke Kejari Jakarta Pusat tanpa memberitahu keluarga Ahiang.

“Iya saya tanya sama penyidik mau dibawa kemana saya? Tapi malah tidak dijawab oleh penyidik,” katanya.

Ahiang juga tidak mengetahui bahwa Penuntut Umum perkaranya adalah Jaksa Aditya Hilman Wibowo bukan Jaksa Ismi Khairunisa.

“Apakah saudara juga mengetahui bahwa Penuntut Umum saudara terdakwa adalah Jaksa Aditya Hilman Wibowo?,” tanya Pengacara Raden Nuh. “Tidak tahu,” pungkas Akhiang. (Sofyan)

Berita Terkait

Tipikor Jakarta Kembali Adili Mantan Hakim Agung Gazalba Saleh
Mantan Dirut PT. Petamina Divonis 9 Tahun Penjara
PN Kota Ambon, Putusan Inkrah Dikalahkan Dengan Putusan Baru
Divonis Hakim 8 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Sebut Surat Dakwaan Jaksa Tak Sah
Kejari Jakpus Sita Harta Terpidana Kasus Alih Fungsi Lahan Surya Darmadi
PN Cikarang Diminta Objektif Soal Perkara Setyawan Priyambodo
Kuasa Hukum Sebut Tuntutan Jaksa Perkara Narkoba Cacat Yuridis
Tim Penyidik Pidsus Kejari Jakut, Tahan Tersangka Korupsi Kredit Fiktif
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 07:28 WIB

Kejari Kabupaten Bekasi Diminta Tangkap Mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 24 Juni 2024 - 11:00 WIB

Waduh…!!!, Perusahaan Daftar Hitam UI Menangkan Lelang di Kota Bekasi 

Senin, 24 Juni 2024 - 09:54 WIB

Ini Kata Delvin Chaniago Soal Rencana Penyuluhan Petugas Damkar Kota Bekasi

Senin, 24 Juni 2024 - 08:53 WIB

Soal Pembatalan Proyek PSEL, JNW: Bisa Aja Mantan Walikota Bekasi Ngelesnya!

Minggu, 23 Juni 2024 - 09:45 WIB

FKMPB: Peran Kepala Bidang di Dinas Kabupaten Bekasi Mandul  

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:19 WIB

Bentuk Dinasti, LSM LIAR Desak Inspektorat Audit Desa Pantai Harapan Jaya

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:51 WIB

Pj Walikota Bekasi Raden Gani Resmi Batalkan Proyek PSEL Kota Bekasi

Jumat, 21 Juni 2024 - 12:42 WIB

Harus Pulangi Rp4,7 Miliar, JNW: Proses Hukum Menanti Dispora Kota Bekasi     

Berita Terbaru

Foto: Alvin Lim, SH, MH

Berita Utama

Kasus Vina Cirebon Vs Jessica Bukti Penegakan Hukum Sudah Rusak

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:32 WIB

Deklarasi Paket Pimpinan DPD-RI 2024-2029

Berita Utama

Langgar Kode Etik, BK DPD-RI Diminta Berikan Sangsi Tegas LaNyalla

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:09 WIB

Foto: Menkoinfo Budi Arie Setiadi (Kiri) dan Pakar Hukum, Abdul Fickar Hadjar (Kanan)

Berita Utama

Pakar: Pemain Judi Online Adalah Pelaku Kejahatan Bukan Korban Judol

Selasa, 25 Jun 2024 - 17:49 WIB