Heboh, Pemdes Sumberjaya Bekasi Sunat Uang OP Per-KPPS Rp510 Ribu  

- Jurnalis

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

BERITA BEKASI – Heboh dana operasional Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), disunat Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Terkait hal tersebut, ratusan Ketua KPPS se-Desa Sumberjaya mempertanyakan pihak Pemdes adanya pemotongan dana operasional TPS Pemilu tahun 2024.

Kepada Matafakta.com, Ketua KPPS 141, Sukamto mengatakan, dana operasional seharusnya turun jauh hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara agar dapat digunakan untuk pembelian dan penyewaan material untuk kepentingan TPS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahunya dana operasional itu turun di H-1 pelaksanaan Pemilu 2024 pada Selasa 13 Februari 2024 Pukul 16.00 sampai malam,” kata Sukamto saat diwawancara,” Jumat (16/2/2024).

Baca Juga :  AMPUH: Pecat Dong, ASN dan Non ASN Kota Bekasi Terlibat Politik Praktis   

Selain itu, kata Sukamto, dana operasional saat diterima harusnya dilampirkan jumlah atau nilai uang yang diterima beserta kwitansi dan tanda terima namun hal tersebut tidak dilakukan pihak Pemdes Sumberjaya.

“Dana operasional itu harusnya kita terima setiap KPPS sebesar Rp4.418.000 namun setelah dipotong Pemdes Sumberjaya jadi hanya menerima Rp3.908.000,” ungkapnya.

“Alasan pemotonganya pun masih belum jelas, seperti potongan pembuatan TPS sebesar Rp200.000 potongan sewa alat penggandaan sebesar Rp10.000,” tambahnya.

Ada juga, lanjut Sukamto, biaya pembuatan LPJ sebesar Rp300.000, sehingga kalau ditotal pemotongan yang dilakukan pihak Pemdes Sumberjaya sebesarRp510.000.

“Bayangkan jika di Sumberjaya ada sebanyak 245 TPS dikalikan dengan jumlah potongan sebesar Rp510.000 itu totalnya sebesar Rp124.950.000,” jelasanya.

Baca Juga :  Soal Mutasi, AMPUH: Bawaslu Kota Tak Perlu Ingatkan Pj Walikota Bekasi

Masih kata Sukamto, pihaknya selaku KPPS mencoba meminta tanda terima yang dibubuhi stempel dari Desa namun pihak Desa tidak bersedia.

“Kami sedang mencoba meminta klarifikasi atau penjelasan kepada PJ Desa bpk Sofyan tapi susah ditemui,” imbuhnya.

Pemilu tahun ini, tambah Sukamto, sungguh melelahkan karena selain dana operaional yang turun terlalu mepet dengan waktu pencoblosan dan KPPS harus menalangi dulu untuk biaya operasionalnya.

“Lah, sekarang kejadiannya malah begini begitu dana operasional turun Pemdes Sumberjaya main potong secara sepihak,” pungkasnya. (Indra)

Berita Terkait

Tunggak Kontribusi, Pemkot Bekasi Ambil Alih Pengelolaan Pasar Pondok Gede
Eks Walikota Bekasi M2 Masih di Hati Masyarakat Kota Bekasi
Kong Mpe Ajak Masyarakat Kabupaten Bekasi Sukseskan MTQ Tingkat Provinsi Ke-38
Balon Walikota Bekasi Adi Bunardi Minta DPC PDIP Siapkan Panggung Debat
Jelang Pilkada, JNW: Sikap FKUB Kota Bekasi Beraroma Politis
Ade Kuswara Kunang Daftar Calon Bupati Bekasi Dari PDI Perjuangan
Eskalasi Menguat, Pro dan Kontra Pj Bupati Bekasi Bermunculan
Loyalitas Ketua DPC PDIP Kota Bekasi Tri Adhianto Terhadap Partai Disoal
Berita ini 795 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 April 2024 - 19:46 WIB

Tunggak Kontribusi, Pemkot Bekasi Ambil Alih Pengelolaan Pasar Pondok Gede

Minggu, 21 April 2024 - 17:53 WIB

Kong Mpe Ajak Masyarakat Kabupaten Bekasi Sukseskan MTQ Tingkat Provinsi Ke-38

Sabtu, 20 April 2024 - 13:44 WIB

Balon Walikota Bekasi Adi Bunardi Minta DPC PDIP Siapkan Panggung Debat

Sabtu, 20 April 2024 - 13:22 WIB

Jelang Pilkada, JNW: Sikap FKUB Kota Bekasi Beraroma Politis

Sabtu, 20 April 2024 - 12:40 WIB

Ade Kuswara Kunang Daftar Calon Bupati Bekasi Dari PDI Perjuangan

Jumat, 19 April 2024 - 14:48 WIB

Eskalasi Menguat, Pro dan Kontra Pj Bupati Bekasi Bermunculan

Kamis, 18 April 2024 - 20:49 WIB

Loyalitas Ketua DPC PDIP Kota Bekasi Tri Adhianto Terhadap Partai Disoal

Kamis, 18 April 2024 - 17:54 WIB

Bakal Calon Walikota Bekasi Adi Bunardi Sambangi Kantor IWO Kota Bekasi

Berita Terbaru

Aksi Karyawan PT. Polo Ralph Lauren Indonesia di Mahkamah Agung

Berita Utama

Menangkan Buronan, Karyawan PT. PRLI Minta 3 Hakim MA Diusut

Selasa, 23 Apr 2024 - 19:07 WIB