Dugaan Modus M. Khayam Dalam Korupsi Impor Garam Industri Terbongkar

- Jurnalis

Selasa, 19 Desember 2023 - 00:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tersangka M. Khayam

Foto: Tersangka M. Khayam

BERITA JAKARTA – Kasus korupsi penyimpangan impor garam industri yang dilakukan M. Khayam selaku mantan Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) pada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama-sama Fredy Juwono, Yosi Arfianto, Frederik Tony Tanduk, Yoni dan Sanny Wikodhiono alias Sanny Tan terbongkar.

Dalam dakwaan Jaksa menyebutkan, M. Khayam bersama terpidana lainnya memanipulasi jumlah data kebutuhan garam lokal atau konsumsi penambahan kuota impor dan meminta kepada PT. Sucofindo agar dalam melaksanakan verifikasi tidak secara rigid dengan menggunakan data-data tidak benar yang diterima dari PT. Sumatraco Langgeng Makmur (SLM).

Perbuatan tercela itu dilakukan, agar mendapatkan kuota impor garam menjadi lebih besar yang tidak sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Kendati PT. Sucofindo sebagai lembaga verifikator, telah memberikan hasil verifikasi namun hasil verifikasi PT. Sucofindo terkesan diabaikan M. Khayam sebagai pejabat di Kemenperin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Al-hasil, M. Khayam bersama terpidana lainnya yang lebih dulu divonis di Pengadilan Tipikor yakni, Yosi Arfianto, Fredy Juwono, Yoni, Sanny Wikodhiono alias Sanny Tan dan Frederik Tony Tanduk memanipulasi rencana kebutuhan garam impor yang mengakibatkan PT. SLM menerima kuota garam impor yang besar.

Baca Juga :  Asik Berlayar Tanpa Surat Izin Terdakwa Junaidi Dituntut 6 Bulan Penjara

“Melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum memanipulasi jumlah data kebutuhan garam lokal atau konsumsi penambahan kuota impor dan meminta kepada PT. Sucofindo agar dalam melaksanakan verifikasi tidak secara rigid dengan menggunakan data-data tidak benar yang diterima dari PT. SLM,” ucap Jaksa diruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta.

Selain itu, Yoni dan Sanny Tan mengganti kemasan garam impor ke dalam kemasan lokal seolah-olah sebagai produk lokal untuk mengelabui garam yang konsumsi dari garam impor dan dapat diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi dari harga garam lokal, sehingga garam lokal tidak laku dan harganya rendah.

Akibat aksi serampangan itu berdampak merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp7.623.116.842,68 serta merugikan perekonomian negara atau kerugian rumah tangga petani garam sebesar Rp105,09 miliar merupakan bagian dari total hilangnya laba petani garam nasional sebesar Rp5,31 triliun.

Baca Juga :  Kejari Jakbar Terima Berkas Kasus Ujaran Kebencian Tersangka AB

Sehingga, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pimpinan Eko Aryanto, memvonis bersalah Fredy Juwono, Yosi Arfianto, Frederik Tony Tanduk, Yoni dan Sanny Wikodhiono alias Sanny Tan dengan penjara masing-masing selama 2 hingga 3 tahun penjara.

Sedangkan nasib M. Khayam sendiri akan ditentukan dalam persidangan yang hingga kini masih berproses di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Pasalnya saat lima rekannya menjalani persidangan, entah mengapa pihak penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung tidak melimpahkan berkas perkara M. Khayam ke Pengadilan.

Namun setelah pemberitaan marak tentang adik ipar dari politisi PPP, Kejagung akhirnya “menyerah” dan melimpahkan berkas perkara mantan Dirjen IKFT pada Kemenprin M. Khayam tersebut ke meja hijau Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasie Pidum Jakpus Ralat Tuduhan “Keanehan” Dalam Kasus Narkoba
Kejari Jakbar Terima Berkas Kasus Ujaran Kebencian Tersangka AB
Asik Berlayar Tanpa Surat Izin Terdakwa Junaidi Dituntut 6 Bulan Penjara
Persidangan Kasus Arif Edison Hadirkan Ahli ITE dan Ahli Hukum Data Pribadi
Kasie Datun Kejari Jakut Sidangkan Pasutri Gelapkan Dana PT. IFB Belasan Miliar
Ghisca Debora Aritonang Penipu Tiket Konser Coldplay Tak Kunjung Diadili?
LQ: Pemeriksaan Saksi Makin Membuktikan Kasus Arif Edison Bukan Pidana
PN Tolitoli Kandaskan Pra Pardilan Tersangka Kasus Tambang Ilegal
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 18:34 WIB

Ceo MMP Desak Polres Wajo Proses Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:18 WIB

LSM LIAR Desak Polisi Proses Pemilik Dam Truck Lindas Bocah di Kebalen

Selasa, 20 Februari 2024 - 23:59 WIB

Dam Truck Lindas Bocah Hingga Tewas di Kebalen Dilimpahkan ke Polres

Senin, 19 Februari 2024 - 18:59 WIB

Pemilik Dam Truck Lindas Bocah Hingga Tewas di Kebalen Bisa Dipidana

Senin, 19 Februari 2024 - 14:56 WIB

Ini Identitas Bocah SD Terlindas Dam Truck di Kebalen Kabupaten Bekasi

Senin, 19 Februari 2024 - 13:05 WIB

Pulang Sekolah, Bocah SD di Kebalen Tewas Terlindas Truck Tanah

Senin, 12 Februari 2024 - 18:51 WIB

AWIBB Desak Polisi Tangkap Boss BBM Ilegal Aniaya Wartawan di Sumsel

Sabtu, 10 Februari 2024 - 12:47 WIB

Polemik Clauster Aurelia Setu Bekasi, RW Dengan Warga Nyaris Baku Hantam

Berita Terbaru

Foto: Kuasa Hukum, Finsensius Mendrofa

Berita Utama

Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Bakal Laporkan Hakim Delta Tamtama ke KY

Selasa, 27 Feb 2024 - 21:43 WIB

Foto: Advokat Alvin Lim, SH, MH, M.Sc, CFP, CLA

Berita Utama

Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat

Selasa, 27 Feb 2024 - 19:35 WIB

Foto: Terpidana Setya Novanto (Setnov)

Berita Utama

Dugaan TPPU Setnov Tak Kunjung Tuntas, LP3HI Gugat Bareskim Polri

Selasa, 27 Feb 2024 - 19:19 WIB

Ilustrasi

Peristiwa

Ceo MMP Desak Polres Wajo Proses Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Selasa, 27 Feb 2024 - 18:34 WIB

HUT Ke-28 Jikustik

Lifestyle

28 Tahun Jikustik Berkarya di Industri Musik Indonesia

Selasa, 27 Feb 2024 - 17:00 WIB