Dirut PT. Kahayan Leo Handoko Apresiasi Perjuangan LQ Indonesia Law Firm

- Jurnalis

Selasa, 9 November 2021 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Saling lapor antara Direksi dan Komisaris PT. Kahayan Karyacon berlanjut panas buntut dari istri dan anak pemilik Kopi Kapal Api, Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto selaku Komisaris lebih dulu melaporkan Direksi PT. Kahayan Karyacon dengan tiga laporan polisi (LP) yakni, pemalsuan, penggelapan dalam jabatan dan UU ITE.

Kini, giliran Direksi PT. Kahayan Karyacon balik melaporkan Mimihetty Layani atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dengan LP bernomor: STTL 446/XI/2021/BARESKRIM Tanggal 8 Nopember 2021 dengan terlapor, Mimihetty Layani.

Dalam keterangan persnya, Direktur Utama (Dirut) PT. Kahayan Karyacon, Leo Handoko mengungkapkan, selama ini dirinya bersabar dan berdiam diri, karena menghormati selaku rekan bisnis, tapi sekarang mereka tidak melihat itikat baik kami dan malah membabi buta menyerang.

“Terima kasih LQ Indonesia Law Firm yang telah membantu, karena awalnya kami pakai law firm lain yang tidak mampu membuat LP, baik di Polres, Polda dan Mabes Polri selalu dipersulit, karena ketika polisi tahu yang mau dilaporkan adalah Istri Pemilik Kapal Api, langsung mereka berusaha 1001 cara untuk menolak laporan kami,” kata Leo, Selasa (9/11/2021).

Namun, sambung Leo Handoko, setelah menghubungi LQ Indonesia Law Firm di 0817-489-0999 dan memberikan kuasa untuk membantu menyelsaikan polemik dan persoalan hukum yang bergejolak ditubuh PT. Kahayan Karyacon, LQ Indonesia Law Firm terbukti berbeda.

“Barusan saya buat LP UU ITE di Mabes Polri tidak satu sen pun dimintain uang oleh petugas Polri. Dengan LQ Indonesia Law Firm berhasil membuat tiga LP balik di Polres, Polda dan Mabes Polri. Terima kasih LQ Indonesia Law Firm,” ucap Leo Handoko.

Sebelumnya, lanjut Leo Handoko, ketika mengunakan lawyer lama, Direksi PT. Kahayan Karyacon, selalu kalah setrategi dan bahkan tendensi lawyer lama diduga dipengaruhi pihak lawan. Sementara, LQ Indonesia Law Firm berbeda, tidak bisa dibeli musuh dan punya setrategi yang luar biasa.

“Awalnya, kami di serang lewat LP dan Media massa oleh Mimihetty. Lawyer lama kami tidak bisa mengimbangi. Ketika LQ Indonesia Law Firm masuk, serangan media lawan di counter LQ Indonesia Law Firm dengan somasi ke media dan munculkan hak jawab, sehingga berita buruk bisa di counter balik,” ungkapnya.

Selain itu, laporan polisi UU ITE istri pemilik Kapal Api, Mimihetty Layani yang menyeret beberapa wartawan dan media justru berbalik malah menusuk Mimihetty, karena sekarang ratusan wartawan bereaksi, memantau dan mengatensi kasus ini dan menjadi antipati terhadap oknum Kapal Api.

“LQ Indonesia Law Firm piawai di pidana meski dihadangan 8 petugas SPKT berdebat mengenai pembukaan LP, akhirnya berhasil membuka LP, karena memang bukti kuat dan sesuai prosedur. Bahkan LQ Indonesia Law Firm mendapat dukungan dari wakil rakyat yang juga antipati terhadap Oknum Pemilik Kapal Api,” tuturnya.

“Bukan hanya mengimbangi, serangan balik, LQ Indonesia Law Firm, berhasil mematahkan langkah lawan yang awalnya sangat ambisi menjelekkan Direksi PT. Kahayan Karyacon lewat media,” pungkasnya menambahkan. (Indra)

Berita Terkait

Kasus Ijon Proyek, Bupati Bekasi Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara
Negara Rugi Rp26 Miliar, Kortas Tipidkor Bakal Usut Korupsi Bantuan Kementan
Saling Bantah Antara Dito dan Eks Menteri Agama di Sidang Korupsi Kuota Haji
Eks Menteri Muhadjir Effendi Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
Pengadilan Banding Lepaskan dr. Silvi Apriani dari Segala Tuntutan Hukum
Soal Perkara di Polda Kaltim, Alexius Minta Perlindungan Hukum ke Presiden dan Kapolri
Integritas Ketua Mahkamah Agung Tergerus Skandal Suap Zarof Ricar
Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:57 WIB

Kasus Ijon Proyek, Bupati Bekasi Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara

Jumat, 11 September 2026 - 19:32 WIB

Negara Rugi Rp26 Miliar, Kortas Tipidkor Bakal Usut Korupsi Bantuan Kementan

Kamis, 10 September 2026 - 20:54 WIB

Saling Bantah Antara Dito dan Eks Menteri Agama di Sidang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 1 September 2026 - 13:12 WIB

Eks Menteri Muhadjir Effendi Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Pengadilan Banding Lepaskan dr. Silvi Apriani dari Segala Tuntutan Hukum

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB