Sidang Perkara Pembunuhan Boss Agen Pelayaran Kembali Digelar

- Jurnalis

Kamis, 8 April 2021 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Sidang kasus pembunuhan yang dilakukan terdakwa, Arbaim, Syahrul, Diki Mahfud dan Dedi dengan berkas terpisah, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rabu (7/4/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hadi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI dan Erma Oktora dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, menghadirkan saksi-saksi yang merupakan karyawan Sugianto (korban).

Saksi Seli, dihadapan Ketua Majelis Hakim, Agus Purwanta menerangkan, peristiwa tersebut berawal dari masalah pajak. Namun, pada saat kejadian, saksi tidak mendengar suara letusan meskipun berada didalam kantor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya juga tidak tahu mengenai senjata dan tidak melihat senjata, tapi saya melihat korban berdarah di dada dan kepala,” kata saksi yang bekerja dikantor korban.

Ketika ditanya penasehat hukum terdakwa mengenai nama Nur Lutfi saksi mengaku bahwa, Nur Lutfi adalah karyawan dikator korban sejak berdirinya perusahaan.

Sementara, saksi lainya yang masih merupakan karyawan korban menjelaskan, bahwa dirinya bekerja sejak 2015. Sedangkan, Nur Lutfi bekerja sejak berdirinya perusahaan korban yang memiliki jumlah karyawan sebanyak 4 orang.

“Ruang kerja korban dan Nur Lutfi bersebelahan. Hubungan kerja antara boss dengan Nur Lutfi seperti layaknya boss dengan karyawan secara professional,” jelas Seli.

Baca Juga :  Kasie Pidum Jakpus Ralat Tuduhan "Keanehan" Dalam Kasus Narkoba

Didalam persidangan, tim kuasa hukum terdakwa, Dedi minta kepada Majelis Hakim agar dilakukan persidangan secara offline.

“Majelis mohon dipertimbangkan agar persidangan dilakukan secara offline guna mengungkap kebenaran, karena dengan kondisi yang koneksi jaringan yang sering terputus menghambat jalanya persidangan,” ucap Dedi.

Usai persidangan, Fahrozi, salah satu Tim Kuasa Hukum mengakan, pihaknya akan mengungkap kebenaran dan akan membela kliennya yang mana kliennya didakwa turut serta melakukan pembunuhan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), para terdakwa melakukan pembunuh di Ruko Royal Scuard Kelapa Gading, Jalan Pegangsaan pada13 Agustus 2020.

“Pembunuhan ini terjadi atas perintah Nur Lutfi (diadili terpisah) yang sakit hati terhadap korban, lantaran bosnya itu mengancam akan melaporkannya ke polisi setelah diketahui perbuatannya menggelapkan pajak sejak 2015,” terang jaksa.

Terdakwa Nur Luthfi bekerja sejak tahun 2015 sebagai karyawati dibagian keuangan dan bertugas mengurus pajak. Namun perbuatannya tidak semulus yang diingikan perusahaan.

Penyelewengan semua pajak yang dilakukannya tercium oleh bosnya yang meminta pertanggung-jawaban. Bila tidak dilakukan akan dipidanakan.

Ancaman tersebut, membuat terdakwa Nur Luthfi gentar dan menyusun siasat untuk menghabisi nyawa bosnya. Kemudian Nur menghubungi Rosidi untuk mencarikan pembunuh bayaran dengan skenario seolah korban telah melecehkan dirinya dan sering mengajak hubungan suami istri diluar tugasnya.

Baca Juga :  Asik Berlayar Tanpa Surat Izin Terdakwa Junaidi Dituntut 6 Bulan Penjara

”Skenario yang dibuatnya membuat Rosidi membantunya dan menawarkan kepada Mahfud, kenalannya. Awalnya, Mahfud menolak dengan alasan sudah bertobat. Namun, Rosidi tetap merayunya,” kata Jaksa.

Akhirnya, Mahfud pun bersedia denggan meminta imbalan bayaran Rp200 juta. Setelah disanggupi, Mahfud lalu menjalani aksinya besama Syahrul. Mereka lalu mengintai dan mengincar keberadaan korban.

Sekitar pukul 12.30 WIB, ketika korban keluar dari kantornya untuk makan siang di rumah, lalu Mahfud langsung menembak korban dari belakang sebanyak lima kali hingga tewas.

Sebelum dieksekusi, Mahfud dan korban sempat berpapasan karena dari hasil rekaman CCTV, Mahfud sempat terjatuh saat hendak berbalik untuk melarikan diri.

Atas perbutan ini para terdakwa telah melanggar Pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP pada dakwaan primer dan dakwaan subsider Pasal 338 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu, Iin Windarti istri dari korban berharap pada penegak hukum yang menangani perkara tersebut dapat memberi hukuman setimpal.

“Saya berharap keadilan bagi almarhum suami saya, saya berharap kepada Jaksa dan Hakim agar para terdakwa di hukum seberat-beratnya,” pungkas Iin sambil berlinang air mata. (Dewi)

Berita Terkait

Kasie Pidum Jakpus Ralat Tuduhan “Keanehan” Dalam Kasus Narkoba
Kejari Jakbar Terima Berkas Kasus Ujaran Kebencian Tersangka AB
Asik Berlayar Tanpa Surat Izin Terdakwa Junaidi Dituntut 6 Bulan Penjara
Persidangan Kasus Arif Edison Hadirkan Ahli ITE dan Ahli Hukum Data Pribadi
Kasie Datun Kejari Jakut Sidangkan Pasutri Gelapkan Dana PT. IFB Belasan Miliar
Ghisca Debora Aritonang Penipu Tiket Konser Coldplay Tak Kunjung Diadili?
LQ: Pemeriksaan Saksi Makin Membuktikan Kasus Arif Edison Bukan Pidana
PN Tolitoli Kandaskan Pra Pardilan Tersangka Kasus Tambang Ilegal
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:48 WIB

Ini Kata Kuasa Hukum Nasabah Prudential Bicara di Podcast Quotient TV

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:00 WIB

Pemkot Bekasi Dukung Peningkatan Dividen PT. Migas Perseroda

Selasa, 20 Februari 2024 - 23:19 WIB

Dalam Nota Pembelaan Dadan Sebut Oknum KPK Minta USD 6 Juta Dolar

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:55 WIB

Gagal Pimpin PDIP Kota Bekasi, Tri Adhianto Dikabarkan Bakal Lompat Partai Lain

Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:42 WIB

Heboh, Pegawai TKK Pemkot Bekasi Plesiran ke Dubai Sewa Helikopter

Jumat, 16 Februari 2024 - 19:49 WIB

Rugikan Ratusan Triliun, Jampidsus Kejagung Tahan 5 Tersangka Korupsi Timah

Jumat, 16 Februari 2024 - 13:34 WIB

Pengamat IDD, Bambang Ariyanto: Saatnya PDI Perjuangan Jadi Oposisi

Kamis, 15 Februari 2024 - 16:46 WIB

Kemendagri & Bappenas Gelar Simulasi Sektor Kelautan dan Perikanan

Berita Terbaru

Foto: Direktur PT. Migas Perseroda Kota Bekasi, Apung Widadi (Kiri) dan Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad (Kanan)

Berita Utama

Pemkot Bekasi Dukung Peningkatan Dividen PT. Migas Perseroda

Kamis, 22 Feb 2024 - 18:00 WIB

TNI

Berita TNI

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 38 Perwira Tinggi TNI

Kamis, 22 Feb 2024 - 11:53 WIB