Sari Roti Buka Peluang Usaha Lewat BUMDes Karangraharja

BERITA BEKASI – Untuk terapkan, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtra (UPPKS), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Gatot Kaca, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bekerjasama dengan perusahaan Sari Roti.

Dimassa pandemi ini, PT. Nippon Indosari Corpindo, salah satu perusahan terbesar pembuat roti yaitu Sari Roti, terus melakukan teroboson dengan membuka peluang usaha dan menjadi agen roti melalui BUMDes – BUMDes yang ada di Kecamatan Cikarang Utara untuk bekerjasama menawarkan prodak baru Boti. Salah satunya, BUMDes Gatot Kaca, Desa Karangraharja, Kabupaten Bekasi.

“Sari Roti sedang mengembangkan bisnis untuk membuka sebanyak mungkin agen atau mitra untuk membatu masyarakat yang sedang mengalami kesusahan dalam segi ekonomi saat ini,” kata national sales manager Sari Roti, Wakit Sutarto kepada Matafakta.com, Jumat (12/2/2021).

Saat ini, sambung Wakit Sutarto, melalui BUMDes untuk tenaga kerja memasarkan Boti, para Ibu- Ibu Posyandu atau ibu – ibu PKK dan para tenaga penjual Boti ke masyarakat sekitar.

“Dengan cara berjualan mereka akan dapat marjin atau gajih dan komisi. Untuk menjadi tenaga penjual Boti, cukup KTP, nomer rekening Bank dan usianya 17 tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Gatot Kaca, Ilyas menyampaikan, mudah- mudahan kerjasama antara BUMDes dengan perusahaan Sari Roti, bisa menambah pendapatan para kader ibu- ibu Posyandu atau pun PKK saat ini.

Adanya ini, BUMDes Gatot Kaca, bisa membuka peluang pekerja dan menambah pendapatan masyarakat Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Sekarang dengan Sari Roti kita masih tahap pembukaan, semoga bisa bekerjasama dengan baik sesuai harapan kita,” ucapnya.

Disamping itu, Kader Posyandu Desa Karangraharja, Eni menambahkan, ini prospeknya bagus sekali buat kita Desa Karangraharja, khususnya ibu- ibu untuk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtra (UPPKS).

“Menjual Boti ini, bisa meningkat pendapatan, mengurangi pengangguran dan untuk ibu- ibunya sendiri untuk mendaptkan penghasilan itu sangat mungkin,” pungkas Eni. (Usan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *