Dispar Kabupaten Bekasi Minta Pelaku Kepariwisataan Tetap Jalankan Prokes

BERITA BEKASI – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bekasi, menghelat kegiatan temu jasa usaha, pemasaran dan pariwisata di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Wisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Tri Cahyani menjelaskan, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan setiap tahunnya.

“Di dalamnya kita mengundang pengusaha pengelola restoran, hotel, akomodasi, tour travel, Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dan SPA,” kata Tri Cahyani kepada Matafakta.com, Selasa (17/11/2020).

Apalagi, sambung Tri, sekarang berkaitan dengan adanya Pandemi Covid-19 ini, bagaimana kita berbuat strategi pengelolaan di masing-masing jenis usaha kepariwisataan tanpa mengurangi persyaratan penerapan Protokol Kesehatan.

“Jadi, Protokol Kesehatan itu dinomor satukan. Artinya, kita mulai dengan New Normal menerapkan kebiasaan baru disektor usaha,” jelasnya.

Dikatakan Tri, terkait strategi pemasaran, terhadap jenis-jenis usaha akan dijelaskan para narasumber yakni, para dosen-dosen senior dari Stipar di Bidang Kepariwisataan. Selain itu, ada dari Martatilaar, ada penulis dan ada juga dari peneliti.

“Jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan ini berjumlah 260 orang yang terbagi dari restoran 80 orang, 60 orang dari hotel, 60 orang dari tour and travel dan 60 orang dari SPA,” ungkapnya.

Dijelaskan Tri, kegiatan berlangsung selama 4 hari mulai dari Rabu, Kamis dan Jumat dan mulai kembali Senin hingga Selasa.

“Kegiatan ini kita adakan selama 3 kali berturut-turut dalam kurun tiga tahun terakhir ini, dan di masa Pandemi Covid-19 ini kita harus serius memberikan semangat, mental, motivasi kepada mereka yang terkena dampak. Maka dari itu, kegiatan ini sangat di perlukan oleh para pengusaha tersebut,” ujar Tri.

Pada masa pandemi ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi berharap agar pelaku kepariwisataan tetap menerapkan adaptasi kebiasaan baru, seperti mewajibkan 3M.

“Dinas Pariwisata berharap pelaku kepariwisataan wajib ikuti menjaga protokol kesehatan dan aturan yang ada, jadi yang mereka butuhkan terkait petunjuk teknis bagaimana menerapkan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak agar protokol kesehatan bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (ADV/Hasrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *