Pencari Keadilan Minta Mejelis Hakim Memutus Perkaranya Dengan Adil

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2020 - 00:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa Hasim Sukamto

Terdakwa Hasim Sukamto

BERITA JAKARTA – Saksi pelapor Melliana Susilo berharap Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Utara, pimpinan Djuyamto agar memutus kasus pemalsuan tandatangan dan cap jempolnya yang merugikan dirinya, secara independen, bersih dan jauh dari intervensi, sesuai nurani hingga memenuhi rasa keadilan itu sendiri serta bisa dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan yang Maha Esa.

“Terdakwa Hasim Sukamto tercatat sebagai mediator non-Hakim di PN Jakarta Utara. Semoga, Majelis Hakim, Djuyamto, sebagai Ketua dan Taufan Mandala Putra serta Agus Darwanta sebagai Hakim anggota diharapkan tidak terpengaruh akan kedudukan tersebut,” kata Melliana melalui kuasa hukumnya, Leo Famli, Rabu (16/9/2020).

Dikatakan Melliana, hukum harus tetap ditegakkan tanpa pandang bulu. Kalau Dirut PT. HMU bersalah telah melakukan perbuatan tindak pidana pemalsuan sebagaimana diatur Pasal 266 KUHP, maka Majelis Hakim harus menghukumnya sesuai dengan perbuatannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melliana Susilo hanya ingin memperoleh rasa keadilan dari kasus yang menimpa dan merugikannya. Ibu itu berharap dapat melihat Majelis Hakim menghukum orang yang telah melakukan tindak pidana terhadapnya,” kata Leo.

Baca Juga :  Dugaan Oknun Jaksa dan Oknum PN Jakut Sembunyikan Informasi Persidangan

Sebelumnya, sambung Leo, fakta-fakta dipersidangan sendiri yang juga dipantau awak media menunjukkan kuatnya indikasi tindak pidana yang dilakukan terdakwa Hasim Sukamto terhadap saksi korban Melliana Susilo.

Keterangan para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iqram Saputra dan Erma Octora ke persidangan selama ini serta alat bukti yang ada menunjukkan adanya tindak pidana pemalsuan tandatangan dan cap jempol Melliana Susilo.

“Itu sesuai dengan yang dipaparkan Jaksa baik dalam surat dakwaan maupun requisitornya, berdasarkan keterangan saksi satu dan lainnya yang saling bersesuaian. Jadi, perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa Hasim Sukamto terbukti secara sah dan meyakinkan dalam persidangan kasus itu,” tandas Leo.

Sebelumnya, terdakwa Hasim Sukamto Direktur PT. HMU duduk di kursi pesakitan lantaran diduga telah memalsukan tandatangan dan cap jempol saksi korban Melliana Susilo untuk kepentingan pencairan kredit di Bank CIMB Niaga senilai Rp23 miliar.

Tindakan pemalsuan itu dilakukan terdakwa setelah saksi Melliana menolak menandatangani dan memberikan cap jempol pada dokumen SKMHT sebagai persyaratan pencairan kredit.

Tanpa sepengetahuan Melliana yang juga disebut-sebut dikriminalisasi, Hasim membubuhkan tandatangan dan cap jempol selanjutnya mengatakan kepada Notaris PPAT bahwa dokumen tersebut telah ditandatangan dan dicap jempol yang bersangkutan atau Melliana Susilo yang tidak lain adalah istri terdakwa sendiri.

Baca Juga :  Oknum Jaksa Kejati DKI "Bebaskan" Enam Tersangka Penipuan Ratusan Miliar

Akibat adanya dugaan pemalsuan tandatangan dan cap jempol itu menyebabkan ruko dan gudang yang merupakan harta bersama Melliana Susilo – Hasim Sukamto dijadikan sebagai agunan kredit di Bank CIMB Niaga oleh PT. HMU.

Padahal, Melliana Susilo tidak tercatat sebagai direksi atau apapun di PT. HMU. Hanya suaminya, Hasim Sukamto dan saudara-saudara kandungnya berkedudukan di PT. HMU.

Tidak hanya itu, dalam suatu kesempatan Melliana Susilo juga menyayangkan sikap pihak PT. HMU yang menyewa gudang milik orangtuanya. Pembayaran sewa gudang tersebut selalu tersendat-sendat yang pada akhirnya merugikan keluarganya.

“Pokoknya Bu Melliana Susilo menggantungkan sepenuhnya impian keadilannya terhadap Majelis Hakim, dan beliau berkeyakinan Majelis Hakim tidak akan mengecewakannya karena memang apa yang dilakukan terdakwa itu terhadap dirinya tidak terbantahkan dan benar-benar merupakan suatu tindak pidana,” pungkas Leo. (Dewi)

Berita Terkait

Terdakwa Ahiang Bantah Barang Bukti Sabu-Sabu Miliknya
Perkara Pidana Berubah Perdata, Pakar Hukum Sarankan Gelar Perkara Khusus
Dugaan Oknun Jaksa dan Oknum PN Jakut Sembunyikan Informasi Persidangan
Oknum Jaksa Kejati DKI “Bebaskan” Enam Tersangka Penipuan Ratusan Miliar
Oknum Jaksa Peneliti Gugurkan Pidana, Ironis Penegakan Hukum di Indonesia
Keraguan Publik Terhadap Penanganan Korupsi RSUD Tigaraksa
Dugaan Pembagian Perkara, MNH Kena Sanksi 1 Tahun
JPU Tuntut Pidana Selegram Adam Deni Setahun Penjara
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 17:52 WIB

Polres Kabupaten Bekasi Didesak Usut Pengancaman Keluarga Pirlen Sirait

Jumat, 17 Mei 2024 - 17:13 WIB

Pasca Pemberitaan Proyek Conblock SDN 02 Kebalen Dadakan Pasang Plang

Jumat, 17 Mei 2024 - 16:04 WIB

Pengurus PWI Bekasi Raya Bakal Dilantik 26 Juni 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 14:45 WIB

SDN 02 Kebalen Harapkan Keiklasan Wali Murid Bantu Program Sekolah

Kamis, 16 Mei 2024 - 12:07 WIB

Soal Sudah Adanya SK Pj Bupati Bekasi, FKMPB: Putusan Belum Final

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:29 WIB

FKMPB Yakin Sekda Dedy Supriadi Jabat Posisi Pj Bupati Bekasi

Kamis, 16 Mei 2024 - 00:47 WIB

KSM LSM GMBI Babelan: Ada Proyek “Conblock Siluman” di SDN 02 Kebalen

Selasa, 14 Mei 2024 - 17:28 WIB

Ketua PWI Bekasi Minta Penyidik Polres Dalami Kasus Pengacaman Wartawan

Berita Terbaru

Forum Wartawan dan LSM Nasrani Bekasi Raya

Seputar Bekasi

Polres Kabupaten Bekasi Didesak Usut Pengancaman Keluarga Pirlen Sirait

Minggu, 19 Mei 2024 - 17:52 WIB

Foto: Agus Budiono (Dewan Pembina TEAM GARUDA-08, Bekasi Raya

Berita Utama

TEAM GARUDA-08 Bekasi Raya Kecam Rocky Gerung Hina Prabowo

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:40 WIB

SDN 02 Kebalen

Seputar Bekasi

Pasca Pemberitaan Proyek Conblock SDN 02 Kebalen Dadakan Pasang Plang

Jumat, 17 Mei 2024 - 17:13 WIB

Foto: PWI Bekasi Raya

Seputar Bekasi

Pengurus PWI Bekasi Raya Bakal Dilantik 26 Juni 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 16:04 WIB