Beraroma Korupsi, KPK Diminta Awasi Proyek PUPR Kota Depok

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2020 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis PUPRS Kota Depok, Dadan Rustandi

Kadis PUPRS Kota Depok, Dadan Rustandi

BERITA DEPOK – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi patut diduga menjadi bagian dari dugaan konspirasi proyek jalan swasta Perumahan GDC yang di klaim sudah menjadi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat.

Kepada Matafakta.com, Aktivis Nasional dan Pegiat Anti Korupsi, Obor Panjaitan mengungkapkan, bahwa jalan swasta milik pengembang itu, konon telah diserah terimakan swasta ke Pemerintah Kota Depok sekitar tahun 2017, sesuai pernyataan Walikota Depok, Mohammad Idris Abdul Somad saat terjadi korban tunggal kecelakaan lalu lintas hingga meninggal dunia.

“Sesuai pernyataan, Mohammad Idris Abdul Somad tersebut bahwa tahun 2017, lahan swasta ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yakni, Kota Depok, Jawa Barat,” terang Obor Panjaitan yang juga sebagai Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR) ini.

Obor menegaskan, sudah jelas diatur tentang penyediaan ruang publik yakni, UU No.26 tahun 2007, tentang Penataan Ruang, PP No.15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang hingga Permendagri No.9 tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dan Permukiman di daerah yang mengamanatkan pentingnya penyediaan Fasum dan Fasos.

“Diperkuat juga dengan Perda Kota Depok No.7 tahun 2018, perubahan atas Perda Kota Depok No. 14 tahun 2013, tentang penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan dan Permukiman dari Pengembang di Kota Depok,” tegasnya.

Dikatakan Obor, dalam peraturan perundangan bahkan Perda tersebut jelas diatur agar sebelum serah terima digelar terlebih dahulu dilakukan verifikasi apakah layak, apakah ada jalan rusak, jembatan rusak, kali dan sebagainya. Sebab syarat mutlak dalam berita acara serah terima Fasum dan Fasos harus dalam keadaan baik dan siap pakai bukan kaleng-kaleng alias rusak.

“Sehingga, ketika pihak Walikota Depok, Mohammad Idris Abdul Somad dan Kepala Dinas terkait lalai dalam verifikasi dan dampaknya terjadi kerugian keuangan negara dalam jumlah besar. Bukan kita menggurui, tapi itulah gunanya UU dan Perda yang ditandatangani Walikota Depok saat ini,” jelasnya.

Lebih parah lagi, sambung Obor, Kepala Dinas PUPR Depok, Dadan Rustandi tidak mau menjawab konfirmasi kasus ini, atas surat maupun kedatangan media ke kantornya, dimana dan kapan serta nomor berapa surat tanda serah terima Fasum dan Fasos sesuai pernyataan Walikota Depok bahwa tahun 2017-2018 sudah diserah terimakan.

“Jika betul tahun 2017 atau 2018 sudah diserah terimakan pihak swasta, kan aneh baru setahun langsung merongrong uang belanja daerah sebesar Rp25 miliar hingga dua jembatan saat ini masing-masing Rp7 miliar dan Rp4 miliar,” sindirnya.

Obor juga menyesalkan sikap para Anggota DPRD Kota Depok yang tidak melakukan pengawasan atau merespon persoalan yang kini menjadi sorotan. Pasalnya, pelaksana proyek APBD Kota Depok ini adalah pelaksana proyek bangunan GOR dekat GDC yang kini mangkrak.

“Kita minta dan berharap persoalan ini menjadi perhatian para penegak hukum baik Polres Depok, Polda Metro Jaya, Mabes Polri, Kejaksaan Negeri Depok dan bila perlu KPK kita minta turun tangan jangan dibiarkan ini menjadi bancakan,” pungkasnya. (Usan)

Berita Terkait

Kasus Ijon Proyek, Bupati Bekasi Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara
Negara Rugi Rp26 Miliar, Kortas Tipidkor Bakal Usut Korupsi Bantuan Kementan
Saling Bantah Antara Dito dan Eks Menteri Agama di Sidang Korupsi Kuota Haji
Eks Menteri Muhadjir Effendi Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
Pengadilan Banding Lepaskan dr. Silvi Apriani dari Segala Tuntutan Hukum
Soal Perkara di Polda Kaltim, Alexius Minta Perlindungan Hukum ke Presiden dan Kapolri
Integritas Ketua Mahkamah Agung Tergerus Skandal Suap Zarof Ricar
Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:57 WIB

Kasus Ijon Proyek, Bupati Bekasi Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara

Jumat, 11 September 2026 - 19:32 WIB

Negara Rugi Rp26 Miliar, Kortas Tipidkor Bakal Usut Korupsi Bantuan Kementan

Kamis, 10 September 2026 - 20:54 WIB

Saling Bantah Antara Dito dan Eks Menteri Agama di Sidang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 1 September 2026 - 13:12 WIB

Eks Menteri Muhadjir Effendi Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Pengadilan Banding Lepaskan dr. Silvi Apriani dari Segala Tuntutan Hukum

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB