IWO Kota Bekasi Tak Mau Berspekulasi Musibah Wartawan Radar Bekasi

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2020 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA BEKASI – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi, Iwan Nendi, tak mau berspekulasi atas musibah yang menimpa rekan seprofesinya salah seorang pewarta Radar Bekasi, Surya Bagus (25) yang ditemukan rekannya tergeletak tak sadarkan diri dengan luka lebam dirumah kontrakannya di Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu 3 Juni 2020 malam.

“Ya, memang rada aneh. Kalo ditemukannya dalam keadaan tidak sadarkan diri dirumah kontrakannya itu, karena kecelakaan atau Lakalantas harusnya datangnya ke Rumah Sakit, bukan pulang ke kontrakan,” kata Iwan kepada Matafakta.com, Minggu (7/6/2020).

Namun demikian, Iwan tak mau berspekulasi, bahwa apa yang dialami Surya tersebut, merupakan kasus penganiayaan, bukan kasus kecelakaan lalulintas seperti apa yang sekarang menjadi banyak dugaan yang datang dari rekan-rekan seprofesi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semoga rekan kita Surya lekas siuman, sehingga Surya bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Kalau sekarang, kita baru mendengar keterangan orang tua Surya dari dokter bahwa Surya mengalami luka dalam bagian kepala. Sementara, luka luar ngak ada,” ungkap Iwan.

Umumnyakan sambung Iwan, kalau mengalami Lakalantas pastinya juga mengalami luka luar lecet dan sebagainya, terutama kalau naik motor, kaki atau tangan biasanya pasti ada luka atau minimal besut, namanya jatuh dari motor apalagi sampai mengalami tidak sadarkan diri begitu.

“Kalau dipikir secara logika memang rada ganjil. Sebab, kalau akhirnya sampai tidak sadarkan diri gitu alias koma artinya Surya menngalami Lakanya cukup parah dan ngak bisa sampai kontrakan pastinya langsung ngeletak dilokasi,” imbuhnya.

Untuk itu, tambah Iwan, tinggal menunggu Surya siuman, sehingga nantinya pihak kepolisian bisa meminta keterangan apa yang sebenarnya dialami Surya. Semoga, tidak seperti apa yang kita bayangkan, bahwa Surya sebagai korban penganiayaan terkait dengan profesinya.

“Ya, kita tunggu untuk pastinya apa yang dialami Surya. Kalau dugaan kita ternyata benar ya kita desak pihak polisi untuk segera ungkap siapa pelakunya. Apakah, terkait profesinya ataukah ada persoalan lain ya kita tunggu aja,” pungkas Iwan.

Sebelumnya, teman kerja korban, Beny mengaku pertama kali mendapati Surya tergeletak di balik pintu kontrakannya pada, Rabu 3 Juni 2020 malam setelah dia masuk lewat jendela. Awalnya Beny curiga, karena sepanjang Rabu siang Surya tidak bisa dihubungi, namun ponselnya aktif.

Setelah masuk, Beny kaget mendapati Surya terluka dan tidak sadarkan diri, Beny pun langsung menghubungi rekannya yang lain untuk membawanya ke RSUD Kota Bekasi sekitar pukul 22.00 WIB. Sementara, sepeda motor milik Surya mengalami kerusakan dibeberapa bagian.

Surya harus mendapatkan penanganan serius di Intensive Care Unit (ICU). Namun, untuk mendapatkan perawatan tersebut di RSUD Kota Bekasi tidak mudah, karena membludaknya pasien. Saat mendapatkan penanganan awal, salah seorang dokter menyatakan, Surya banyak mengalami luka dalam.

“Ini bagian kepalanya seperti terkena benda tumpul, ada penggumpalan darah. Pasien ini masuk dalam zona merah,” ungkap salah seorang dokter.

Hampir 12 jam Surya mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Untuk mengetahui luka yang dialami, Surya harus menjalani CT Scan.

Sekitar pukul 13.00 WIB Kamis 4 Juni 2020, Surya menjalani CT Scan. Malam harinya, Surya mendapatkan perawatan intensif di RS. Awal Bros Bekasi Timur setelah di rujuk dari RSUD Kota Bekasi.

Dokter yang menangani Surya pun merasa curiga dengan luka yang dialami. Pasalnya, jika murni kecelakaan kendaraan seharusnya ada luka luar. Sementara Surya mengalami luka lebam di mata sebelah kanan dan benjolan di bagian kepala belakang. (Indra)

BeritaEkspres Group

Berita Terkait

Stasiun Bakamla Bali Temukan Korban Terperosok Dari Tebing Saat Berfoto
Merasa Terancam, Eva Pasaribu Ingin Bicara Dengan Kapolda Sumut   
Pegawai KAI di Jakarta Timur Bunuh Istrinya Tengah Hamil 2 Bulan
Melerai Keributan Wartawan Inijabar.com Malah Diserang Pelaku
Camat Jatiasih Kota Bekasi Segera Koordinasikan Kondisi JPO Telan Korban
M. Alfatih Bocah Jatuh Dari JPO ke Jalur 3 Tol Jatiasih Meninggal Dunia
Sidang Depo Pertamina Plumpang Meledak, 38 Warga Tewas Terpanggang
JNW: Pemilik Bus dan Penyelenggara Study Tour Sekolah Harus Bertanggung Jawab
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 06:44 WIB

Pengamat Hukum Kritisi Kejagung Soal Tersangka Korupsi Timah Tak Ditahan

Kamis, 11 Juli 2024 - 17:21 WIB

Penipuan Oknum Pendeta Rp53 Miliar Masyarakat Minta GBI CK-7 Ditutup

Kamis, 11 Juli 2024 - 15:58 WIB

Ini Kata Ketua JNW Seputar Pro Kontra Pembatalan Proyek PSEL Kota Bekasi  

Rabu, 10 Juli 2024 - 19:00 WIB

Di Quotient TV, Alvin Lim: Nasib IKN Jika Tanpa 9 Naga

Rabu, 10 Juli 2024 - 16:02 WIB

Prapid Judol, Hakim Tunggal PN Jakpus Peringatkan Satgas dan Penyidik Polri

Rabu, 10 Juli 2024 - 09:53 WIB

Jiwa “Korsa” Jampidum Soal Puluhan Senpi Tak Dimusnahkan Dipertanyakan

Selasa, 9 Juli 2024 - 17:33 WIB

7 Tahun Sudah Proses Hukum Hak Prof. Ing Mokoginta Tanpa Kejelasan

Selasa, 9 Juli 2024 - 16:55 WIB

Waduh…!!!, Kasus Senpi Ilegal Sudah Inkrah Barbuk-nya Kemana?

Berita Terbaru

Foto: Titik - Titik Lokasi Proyek

Seputar Bekasi

LIAR Soroti Kerugian Negara Pada Proyek Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi

Jumat, 12 Jul 2024 - 15:34 WIB

Foto: Kades Karang Rahayu Ino Herawati Saat Digiring Petugas Kejari Kabupaten Bekasi

Seputar Bekasi

Kades Karang Rahayu Ino Herawati Jadi Tersangka Sewa Tanah Kas Desa

Jumat, 12 Jul 2024 - 14:59 WIB

Foto: Ketua FKMPB Eko Setiawan Bersama Kepala Desa Sumber Jaya, Sofyan Hakim

Seputar Bekasi

FKMPB Ucapkan Selamat Atas Perpanjangan Jabatan Kades Sumber Jaya

Jumat, 12 Jul 2024 - 12:34 WIB