Pekerjaan SMPN 3 Blepetan, Kabid PUPR: PT. RAP Dua Kali Ditegor

- Jurnalis

Senin, 24 Februari 2020 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beny Sugiarto

Beny Sugiarto

BERITA BEKASI – Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Negara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto mengaku, dirinya masih menunggu informasi lanjutan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, terkait hasil pemeriksaan SMPN 3 Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Masih nunggu informasi dari Kejaksaan. Mungkin masih dikaji pemeriksaan administrasinya,” kata Benny Kepada Matafakta.com, Senin (24/2/2020).

Diungkapkan Benny, pihak kontraktor pernah dilayangkan surat teguran I sampai pada tahap teguran bernama Show Cause Meeting (SCM).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gedung Baru SMPN 3 Karang Bahagia

Dalam surat teguran I di November 2018, surat tersebut dikeluarkan Konsultan PT. MSB terhadap PT. Ratu Angun Pribumi (RAP) bernomor: 001/PT.MASABHU/2018.

“Surat itu menjelaskan bahwa Konsultan memberikan teguran pada PT. RAP, karena pekerjaannya masih kurang. Dinas PUPR juga memberikan surat teguran I pada PT. RAP,” ungkapnya.

Lantaran teguran I tidak segera dikerjakan, Beny mengungkapkan, Konsultan dan Dinas PUPR kembali menerbitkan surat teguran ke II yang menjelaskan agar PT. RAP segera menyelesaikan pekerjaannya.

Baca Juga :  Tanpa Izin, Pembuat Lukisan Wajah Arnaen Bakal Tempuh Jalur Hukum

“Isinya surat itu begini, dengan adanya surat teguran ini agar saudara dapat mengejar keterlambatan berdasarkan scedule yang sudah disepakati. Apabila dalam scedule tidak juga dilaksanakan maka akan dikeluarkan surat Show Cause Meeting (SCM),” jelasnya.

Teguran I dan teguran II tidak juga maksimal, Berdasarkan surat teguran II tersebut pada Desember 2018, Beny sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR mengeluarkan surat SCM.

“SMPN 3 Karang Bahagia itu dibangun 2018. Kita sudah mengeluarkan teguran, surat teguran I dan teguran II. Diakhir 2018 kerjanya udah mulai blepetan akhirnya kita mengadakan SCM yang ditujukan untuk kontraktor,” jelasnya lagi.

Saya sendiri sambung Beny, hadir dalam rapat itu, termasuk, Rizka pemilik PT. RAP waktu rapat SCM. Rapat SCM itu, pembuktian pada kontraktor dan beberapa catatan yang menjadi pembuktian adanya keterlambatan pembangunan.

Baca Juga :  Harus Pulangi Rp4,7 Miliar, JNW: Proses Hukum Menanti Dispora Kota Bekasi     

“Rizka hadir termasuk saya sendiri. Misalnya keterlambatan bahan meterial bangunan dilokasi pembangunan tidak ada dan sebagainya,” tandas Beny.

Sebelumnya, viral unggahan video mahasiswa Pelita Bangsa Bekasi yang melakukan investigasi bangunan Gedung baru SMP Negeri 3 Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi yang menelan anggaran sebesar Rp13,2 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2018.

Lelang proyek pembangunan Gedung baru SMP Negeri 3 Karang Bahagia itu dimenangkan PT. Ratu Angun Pribumi (RAP) dengan penawaran sebesar Rp13.202,776.000 atau 13,2 miliar dari pagu anggaran sebesar Rp15.273.925.000 atau Rp15,2 milliar.

Pekerjaannya sudah selesai akhir tahun 2018 lalu dengan masa pemeliharaan sampai dengan bulan Juni 2019 dan telah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sebanyak 10 ruang kelas. Sejak terjadinya kerusakan sekitar awal tahun 2020, pihak kontraktor telah memperbaiki kerusakan tersebut. (Mul)

BeritaEkspres Group

Berita Terkait

Kejari Kabupaten Bekasi Diminta Tangkap Mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi
Tanpa Izin, Pembuat Lukisan Wajah Arnaen Bakal Tempuh Jalur Hukum
Waduh…!!!, Perusahaan Daftar Hitam UI Menangkan Lelang di Kota Bekasi 
Ini Kata Delvin Chaniago Soal Rencana Penyuluhan Petugas Damkar Kota Bekasi
Soal Pembatalan Proyek PSEL, JNW: Bisa Aja Mantan Walikota Bekasi Ngelesnya!
FKMPB: Peran Kepala Bidang di Dinas Kabupaten Bekasi Mandul  
Bentuk Dinasti, LSM LIAR Desak Inspektorat Audit Desa Pantai Harapan Jaya
Pj Walikota Bekasi Raden Gani Resmi Batalkan Proyek PSEL Kota Bekasi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 07:28 WIB

Kejari Kabupaten Bekasi Diminta Tangkap Mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 24 Juni 2024 - 11:00 WIB

Waduh…!!!, Perusahaan Daftar Hitam UI Menangkan Lelang di Kota Bekasi 

Senin, 24 Juni 2024 - 09:54 WIB

Ini Kata Delvin Chaniago Soal Rencana Penyuluhan Petugas Damkar Kota Bekasi

Senin, 24 Juni 2024 - 08:53 WIB

Soal Pembatalan Proyek PSEL, JNW: Bisa Aja Mantan Walikota Bekasi Ngelesnya!

Minggu, 23 Juni 2024 - 09:45 WIB

FKMPB: Peran Kepala Bidang di Dinas Kabupaten Bekasi Mandul  

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:19 WIB

Bentuk Dinasti, LSM LIAR Desak Inspektorat Audit Desa Pantai Harapan Jaya

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:51 WIB

Pj Walikota Bekasi Raden Gani Resmi Batalkan Proyek PSEL Kota Bekasi

Jumat, 21 Juni 2024 - 12:42 WIB

Harus Pulangi Rp4,7 Miliar, JNW: Proses Hukum Menanti Dispora Kota Bekasi     

Berita Terbaru

Foto: Alvin Lim, SH, MH

Berita Utama

Kasus Vina Cirebon Vs Jessica Bukti Penegakan Hukum Sudah Rusak

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:32 WIB

Deklarasi Paket Pimpinan DPD-RI 2024-2029

Berita Utama

Langgar Kode Etik, BK DPD-RI Diminta Berikan Sangsi Tegas LaNyalla

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:09 WIB

Foto: Menkoinfo Budi Arie Setiadi (Kiri) dan Pakar Hukum, Abdul Fickar Hadjar (Kanan)

Berita Utama

Pakar: Pemain Judi Online Adalah Pelaku Kejahatan Bukan Korban Judol

Selasa, 25 Jun 2024 - 17:49 WIB