Hukum  

Terkait Gedung SMPN 3, Kejari Cikarang Janji Tanggapi Laporan Mahasiswa

BERITA BEKASI – Kejaksaan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi, menerima kedatangan rombongan mahasiswa Universitas Pelita Bangsa yang melaporkan proyek pembangunan Gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMP Negeri 3 Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/2/2020).

Kedatangan para mahasiswa, diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi, RR. Mahayu Dian Suryandari bersama Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel), Haerdin.

Fakhri Mahasiswa Pelita Bangsa

Kepada Matafakta.com, Haerdin mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan komentar lebih jauh, sebelum melakukan tela’ah dan pemeriksaan atas laporan yang diterimanya dari para mahasiswa, terkait pekerjaan proyek pembangunan Gedung baru SMP Negeri 3 Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.

“Hari ini kan kita baru menerima laporan dari mahasiswa tentang proyek bangunan sekolah itu, jadi belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Kita tela’ah dulu, kita periksa, baru nanti kita bisa memberikan keterangan,” katanya.

Haerdin memastikan, laporan dari mahasiswa terkait proyek pembangunan Gedung baru SMP Negeri 3 Karang Bahagia pasti akan ditindaklanjuti.

“Soal laporan pastilah akan ditindaklanjuti, kerena tadi juga ada Ibu Kejari langsung ikut menerima kedatangan mahasiswa,” tandasnya.

Gedung Baru SMPN 3 Karang Bahagia

Sebelumnya, viral unggahan video mahasiswa yang melakukan investigasi Gedung baru SMP Negeri 3 Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, yang menelan anggaran sebesar Rp13,2 miliar, belum sempat dipergunakan, sudah mengalami kerusakan dibeberapa bagian.

Diketahui, pembangunan Gedung baru SMP Negeri 3 Karang Bahagia dimenangkan lelangnya oleh PT. Ratu Angun Pribumi (RAP) dengan penawaran Rp13.202,776.000 atau 13,2 miliar dari pagu anggaran sebesar Rp15.273.925.000 atau Rp15,2 milliar dan selesai 2019.

Dari data LSM Sniper, Gunawan mengungkap, selain anggaran Rp13,2 miliar ditemukan juga adanya biaya Detail Engineering Design (DED) sebesar Rp270 juta dan jasa konsultan pengawas sebesar Rp200 juta, namun hasilnya bangunan Gedung baru yang belum sempat dipergunakan itu mengalami kerusakan dibeberapa bagian Gedung. (Mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *