BERITA JAKARTA – Kabar Jhon Herdman bakal menjadi pelatih Timnas Sepakbola Indonesia, sepertinya sudah sembilan puluh sembilan persen.
Sebab, anggota Exco PSSI Ahmad Riyadh yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur membenarkannya.
“Benar (Exco PSSI sepakat memilih John Herdman),” ucap Ahmad Riyadh, Sabtu (20/12/2025).
Akan tetapi Riyadh tidak menjelaskan kapan PSSI akan memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia secara resmi kepada publik.
Menurutnya, hal itu akan dilakukan setelah John Herdman resmi menandatangani kontrak bersama PSSI.
“(Diperkenalkan resmi) setelah melakukan penandatanganan tentunya,” terang Riyadh.
Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang digelar pada pekan ini telah menghasilkan keputusan untuk menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.
Nama John Herdman mendadak mencuri perhatian publik setelah muncul sebagai salah satu calon pelatih Timnas Indonesia.
Meski tidak memiliki latar belakang sebagai pemain profesional, rekam jejak Herdman di dunia kepelatihan terbilang luar penuh pencapaian.
Herdman mengawali karier kepelatihan sejak usia belia. Namun, langkah besar pertamanya justru terjadi ketika dia memutuskan meninggalkan Inggris pada usia 28 tahun.
Saat itu, Herdman menuju Selandia Baru untuk memulai petualangan baru sebagai pelatih kelompok usia muda.
Keputusan yang berani itu menjadi titik balik karier Herdman. Tak lama kemudian, dia dipercaya menahkodai Tim Nasional Putri Selandia Baru.
Selama lima tahun memimpin skuad wanita Negeri Kiwi (2006–2011), Herdman mengubah tim tersebut menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.
Dibawah asuhannya, Selandia Baru lolos ke dua putaran final Piala Dunia Wanita (2007 dan 2011) serta turut tampil di Olimpiade Beijing 2008.
Kemudian, pada 2011, Federasi Sepak Bola Kanada menarik Herdman untuk menangani Timnas Wanita. Disinilah reputasinya benar-benar terbang tinggi.
Berbekal lisensi UEFA Pro dan pendekatan kepelatihan modern, Herdman mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade (2012 dan 2016) serta membangun Kanada menjadi kekuatan baru dalam sepak bola wanita dunia. (Sofyan)






