BERITA BEKASI – Dua keluarga terdekat Walikota Bekasi, Tri Adhianto duduki posisi setrategis, bukan kabar baru. Sejak awal memang sudah begitu ceritanya.
Hal itu dikatakan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW) Dede Mulyadi, menyoroti aroma Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dibawah kepemimpinannya.
“Apapun alasannya sulit untuk tidak dibilang KKN. Sebab, sejak awal kepemimpinanya, Satia Sriwijayanti adik kandungnya selalu menduduki bagian basah,” sindir Dede, Senin (8/9/2025).
Begitu juga, sambung Dede, M. Solikhin selaku adik Iparnya yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas BMSDA, kini menjabat sebagai Kepala Bapenda, Kota Bekasi.
“Satia Sriwijayanti adik kandungnya, menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Satia sama Solikhin pasangan suami istri,” ungkap Dede.
Meski sejak awal, lanjut Dede, sering disoroti media namun tidak membuat Tri Adhianto terganggu untuk tetap memposisikan kedua keluarga dekatnya tersebut.
“Sejak awal sudah sering disorot media, tapi itulah pemimpin di negeri ini tidak punya rasa malu. Kalau kata orang suka-suka gue lah,” tutur Dede.
Masih kata Dede, dalam melantik dan merotasi 19 pejabat Esselon II dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih diisi orang-orang terdekat Tri Adhianto.
“Kalau niatnya untuk meningkatkan kinerja faktanya orang yang dirotasi adalah orang-orang yang gagal target diposisi sebelumnya. Cuma pindah posisi aja,” ujar Dede.
Semua bidang, lanjut Dede, di Kota Bekasi beraroma KKN, karena dikuasai Tri Adhianto dan lingkarannya yang sudah diposisikan.
“Contoh Tri Adhianto sendiri Ketua KONI dan susunanya para ASN seperti Kepala Dinas. Jadi dia yang ajukan dia yang cairkan dia juga yang menggunakan,” imbuhnya.
Begitu juga, tambah Dede, dengan istrinya Walikota Bekasi sebagai Ketua KORMI yang kedua-duanya juga mengajukan proposal untuk mendapatkan anggaran.
“Jadi kalau boleh dibilang judulnya dari dia untuk dia. Itulah keunikan Kota Bekasi semoga ini menjadi perhatian serius Penegak Hukum,” pungkasnya. (Ronny)






