Emas, Perak dan Minyak Terpukul Keras “Sinyal Fed Hawkish Serta Dollar”

- Jurnalis

Senin, 18 November 2024 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

“Quotient Fund Indonesia”

Emas (GLD)

HARGA EMAS pada perdagangan awal AS melemah karena laporan penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan yang jatuh ke kubu para petinggi kebijakan moneter.

Harga perak hampir stabil, dengan emas menuju penurunan harga mingguan terbesar sejak 2021, turun hampir 5% dalam seminggu.

Laporan penjualan ritel untuk Oktober naik 0,4%, bulan ke bulan yang lebih tinggi dari ekspektasi pedagang yang naik 0,3%.

Data CPI yang lebih tinggi mengikuti laporan indeks harga konsumen dan produsen AS minggu ini yang menunjukkan inflasi yang “lengket”.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara dengan nada hawkish tentang kebijakan moneter AS yang menyebabkan kemunduran ekuitas dan reli imbal hasil obligasi.

Probabilitas penurunan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan FOMC Fed bulan depan mencapai 82% yang turun menjadi 62% setelah komentar Powell.

Federal Reserve Boston mengatakan penurunan suku bunga Fed pada bulan Desember “tentu saja ada di atas meja tetapi itu belum menjadi kesepakatan yang pasti.”

Indeks dolar AS hampir stabil setelah mencapai titik tertinggi dalam enam bulan pada hari Kamis.

Data ekonomi AS lainnya yang akan dirilis pada hari Jumat termasuk survei manufaktur Empire State, harga impor dan ekspor, produksi industri dan utilisasi kapasitas serta inventaris manufaktur dan perdagangan.

Perak (SLV)

Harga perak turun di bawah $30 per ons dalam perdagangan pada Kamis pagi, tetapi pulih setelah AS merilis data indeks harga produsen yang menunjukkan inflasi yang sedikit lebih tinggi pada bulan Oktober. Logam mulia telah mengalami tren penurunan setelah terpilihnya Donald Trump di AS.

Asosiasi industri Silver Institute memperkirakan defisit perak global akan turun sebesar 4% pada tahun 2024, dengan pertumbuhan pasokan sebesar 2% mengimbangi peningkatan permintaan sebesar hanya 1%.

Dolar AS telah melonjak di pasar valuta asing setelah terpilihnya Trump, berkampanye dengan strategi ekonomi nasionalistis.

Analis JP Morgan percaya bahwa aksi jual emas pasca-pemilu adalah sebuah hambatan, bukan perubahan besar dan bahwa kemenangan Partai Republik dalam pemerintahan kemungkinan akan terus memicu kenaikan lebih lanjut untuk emas pada tahun 2025.

Minyak Bumi (USO)

Badan Energi Internasional memprediksi surplus lebih dari 1 juta barel per hari pada tahun 2025 karena produksi AS yang kuat.

Minyak mentah berjangka mengalami kerugian selama seminggu, dengan minyak mentah AS kehilangan hampir 5% dan Brent turun hampir 4%.

Kontrak West Texas Intermediate mengalami penurunan 2,45% pada bulan Desember, sementara kontrak Brent bulan Januari mengalami penurunan 2,09%.

Kontrak RBOB Gasoline bulan Desember mengalami penurunan 1,63%, sementara kontrak Natural Gas bulan Desember mengalami peningkatan 1,36%.

OPEC merevisi turun perkiraan permintaannya untuk bulan keempat berturut-turut karena permintaan yang lemah di Tiongkok.

Dolar yang kuat juga memengaruhi pasar, dengan greenback melonjak menyusul kemenangan pemilihan Presiden terpilih Donald Trump.

Quotient Fund Indonesia adalah perusahaan konsulting keuangan global, berkantor pusat di Quotient Center Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan dapat dihubungi di hotline 0811-1094-489

For more information or participation inquiries, feel free to contact our hotline: 0818-0454-4489 (Surabaya), 0811-1534-489 (Jakarta), 0817-4890-999 (Tangerang), or visit the nearest Quotient Center. Spaces are limited.

Penulis: Regen Lee

Berita Terkait

Kemnaker dan GoTo Perkuat Literasi Digital TKM Sektor Kuliner di Bandung
Krisis Belum Terjadi, Samuel: Pesan yang Ingin Disampaikan Para Pejabat
Expat. Roasters Resmi Buka di AEON Mall BSD Tangerang
Kebijakan Pemerintah Amerika Berpengaruh Untuk Indonesia
Emas Menguat, Perak Naik dan Minyak Menghadapi Titik Balik yang Kritis
Dinamika Emas, Perak dan Minyak di Tengah Gejolak Global
Saat Perak Berjuang, Harga Emas Mendekati $3.000 dan Minyak Naik 2 Persen
Ketegangan Geopolitik Dorong Kenaikan Logam Mulia

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:19 WIB

Kemnaker dan GoTo Perkuat Literasi Digital TKM Sektor Kuliner di Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:40 WIB

Krisis Belum Terjadi, Samuel: Pesan yang Ingin Disampaikan Para Pejabat

Senin, 20 April 2026 - 19:21 WIB

Expat. Roasters Resmi Buka di AEON Mall BSD Tangerang

Selasa, 22 April 2025 - 16:39 WIB

Kebijakan Pemerintah Amerika Berpengaruh Untuk Indonesia

Selasa, 26 November 2024 - 22:37 WIB

Emas Menguat, Perak Naik dan Minyak Menghadapi Titik Balik yang Kritis

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB