BERITA BEKASI – Somasi pencemaran nama baik yang dilayangkan KONI Kota Bekasi terhadap Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya berlebihan.
Hal tersebut dikatakan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW) Dede Mulyadi bahwa KONI sebagai lembaga public tidak seharusnya anti kritik.
“Sikap terbuka terhadap kritik merupakan hal yang penting bagi KONI untuk meningkatkan tata kelola dan transparansi,” terang Dede menanggapi, Sabtu (11/10/2025).
Dikatakan Dede, kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk media dan cabang olahraga, dapat menjadi masukan positif untuk perbaikan.
“Apalagi yang disampaikan NCW itu berdasarkan temuan hasil audit BPK. Jadi pengurus KONI Kota Bekasi harus siap dikritik,” ujarnya.
Karena, sambung Dede, pengurus KONI bekerja untuk kepentingan atlet dan pelatih serta masa depan prestasi olahraga di Kota Bekasi.
“Kalau ada Media, LSM atau Ormas yang mengkritik seharusnya hal itu ditanggapi positif sebagai masukan untuk perbaikan kinerja,” imbuhnya.
Terlebih lagi, lanjut Dede, Kota Bekasi, tengah dirundung kasus-kasus dugaan korupsi baik yang sudah dilaporkan ke Kejaksaan maupun yang lagi diproses.
“Dugaan korupsi Rp4,7 miliar Dispora Kota Bekasi soal pengadaan alat-alat olahraga sudah menetapkan 3 orang tersangka,” tuturnya.
Untuk KONI Kota Bekasi, tambah Dede, memang perlu pengawasan yang lebih ekstra sebab pengendali dan pengelola semua ada disitu.
“Pemisahan jabatan antara Kepala Daerah dan Kepengurusan KONI juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi konflik kepentingan,” pungkas Dede. (Ronny)






