Global Financial Quotient Fund Indonesia

- Jurnalis

Sabtu, 28 September 2024 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

“Emas ATH Lagi, Sampai Kapan Akan Terus Naik?

Emas (GLD)

BULL RUN EMAS saat ini sangat aneh dan sulit dijelaskan. Beberapa teori seperti pembelian rahasia oleh pemerintah atau spekulasi Tiongkok telah dibantah oleh data.

Setelah pembelian fisik emas besar-besaran oleh Tiongkok di awal tahun, spekulan Tiongkok membeli dalam jumlah besar di bursa dan OTC, mendorong harga naik.

Pasar yang dipimpin oleh derivatif menciptakan reli yang terpenuhi dengan sendirinya. Permintaan emas di India, Timur Tengah, dan Eropa menurun, sementara di AS dan Inggris, perdagangan fisik tetap lemah.

Pasar emas saat ini tidak terpengaruh oleh indikator normal dan meskipun overbought, harga emas diperkirakan akan terus naik, mungkin mencapai $3000 sebelum Natal.

Perak (SLV)

Harga perak mencapai level tertinggi dalam hampir 12 tahun, didorong oleh pemotongan suku bunga bank sentral dan stimulus dari China.

Harga perak spot naik 0,6% menjadi $32,03 per ons, sementara emas juga mencapai rekor baru.

Kenaikan harga perak lebih dari 35% tahun ini sebagian besar didorong oleh permintaan industri dan korelasi kuat dengan emas.

Rasio emas-perak turun, menunjukkan nilai perak relatif terhadap emas. Federal Reserve AS memangkas suku bunga, meningkatkan daya tarik emas.

Investor menunggu data ekonomi penting yang akan dirilis. Logam lain seperti platinum dan paladium juga mengalami kenaikan harga.

Minyak (USO)

Harga minyak turun lebih dari 2% karena rumor bahwa Arab Saudi akan meningkatkan produksi minyak dan melepaskan target harga $100 per barel.

Laporan Financial Times menyebutkan bahwa OPEC+ akan meningkatkan produksi pada bulan Desember.

Penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh laporan bulanan OPEC+ yang menunjukkan penurunan prospek pertumbuhan permintaan.

Arab Saudi, yang telah memompa 9 juta barel per hari selama lebih dari setahun, harus menerima harga minyak yang lebih rendah untuk mendapatkan kembali pangsa pasar.

Quotient Fund Indonesia adalah perusahaan consulting keuangan global, berkantor pusat di Quotient Center Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan dapat dihubungi di hotline 0811-1094-489

Jakarta, 27 September 2024

Penulis: Regen Lee

Berita Terkait

Kemnaker dan GoTo Perkuat Literasi Digital TKM Sektor Kuliner di Bandung
Krisis Belum Terjadi, Samuel: Pesan yang Ingin Disampaikan Para Pejabat
Expat. Roasters Resmi Buka di AEON Mall BSD Tangerang
Kebijakan Pemerintah Amerika Berpengaruh Untuk Indonesia
Emas Menguat, Perak Naik dan Minyak Menghadapi Titik Balik yang Kritis
Dinamika Emas, Perak dan Minyak di Tengah Gejolak Global
Saat Perak Berjuang, Harga Emas Mendekati $3.000 dan Minyak Naik 2 Persen
Ketegangan Geopolitik Dorong Kenaikan Logam Mulia

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:19 WIB

Kemnaker dan GoTo Perkuat Literasi Digital TKM Sektor Kuliner di Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:40 WIB

Krisis Belum Terjadi, Samuel: Pesan yang Ingin Disampaikan Para Pejabat

Senin, 20 April 2026 - 19:21 WIB

Expat. Roasters Resmi Buka di AEON Mall BSD Tangerang

Selasa, 22 April 2025 - 16:39 WIB

Kebijakan Pemerintah Amerika Berpengaruh Untuk Indonesia

Selasa, 26 November 2024 - 22:37 WIB

Emas Menguat, Perak Naik dan Minyak Menghadapi Titik Balik yang Kritis

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB