Meski Dinilai Gagal, Konsultan Perencana PT. Gumilang Sejati Selalu Kuasai Proyek

- Jurnalis

Selasa, 18 Juni 2024 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Lanjutan Peningkatan Jalan Pangkalan–Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Proyek Lanjutan Peningkatan Jalan Pangkalan–Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

BERITA BEKASI – PT. Gumilang Sejati (PT. GS) adalah salah satu konsultan perencanaan yang ditunjuk atau yang dipercaya Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontrusi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

PT. GS selaku konsultan perencanaan mempunyai tugas mendesain pekerjaan yakni Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar pekerjaan oleh orang-orang yang ahli dibidangnya dan penyesuaian keadaan lapangan dengan proyek yang akan dikerjakan.

Namun setelah bebarapa tahun dipercaya atau ditunjuk Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi menjadi konsultan perencanaan PT. GS dinilai, tidak professional dalam melakukan perencanaan sejumlah pekerjaan kontruksi pembangunan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut menjadi perhatian Ketua Lembaga Independen Anti Rasuah (LIAR ), Nofal mengatakan, sejumlah kegiatan sejak tahun 2022 hingga 2023 saat ini dianggap merugikan masyarakat serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Sebagai konsultan perencanaan PT. GS harusnya bisa melihat kondisi atas suatu pekerjaan kontruksi pembangunan jalan yang akan dikerjakan, sehingga perkerjaan bisa optimal dan tidak saling merugikan,” terang Nofal kepada Matafakta.com, Selasa (18/6/2024).

Seperti, kata Nofal, pada pekerjaan Lanjutan Peningkatan Jalan Pangkalan-Muara Bakti Kecamatan Babelan tahun anggaran 2023, ketebalan serta lebar jalan yang tidak sesuai bisa berdampak terhadap pengguna jalan serta jaringan listrik yang berada di sepadan jalan.

Baca Juga :  Rugikan Negara, Ketua JNW: Proyek Plat Merah Tak Sesuai Kontrak Bisa Pidana

“Saat pekerjaan kontruksi pembangunan jalan tersebut dikerjakan, sejumlah kendaraan besar seperti truk dan bus yang melintas, tersangkut sejumlah kabel listrik yang berada di sepadan jalan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, sambung Nofal, pekerjaan kontruksi pembangunan jalan yang dikerjakan terputus disejumlah titik. Hal itu dapat membahayakan masyarakat pengguna jalan umum yang melintas.

“Ini jelas ngaco perencanaanya, PT. GS selaku Konsultan Perencanaan yang melakukan perencanaan sejumlah pekerjaan. Sebab, pada saat pengerjaannya banyak sekali kendala yang harus merubah tehknis,” terangnya.

“Seperti pada pekerjaan Lanjutan Peningkatan Jalan Pangkalan–Muara Bakti pada lokasi STA – 0 – 200 terdapat kesalahan pada teknis yang akhirnya harus merubah teknis pengerjaan,” tambah Nofal.

Dikatakan Nofal, terdapat pelebaran jalan hingga 2 meter dengan melakukan rekontruksi atau penggalian, namun pada teknis pengerjaan tidak menggunakan kerangka pembesian pada setiap sisi jalan, bagaimana bisa memiliki kekuatan untuk menahan beban diatasnya.

Selain itu, lanjut Nofal, pada kegiatan Peningkatan Jalan Bojong Karatan–Buni Bakti serta beberapa kegiatan lainnya, tidak memperhatikan struktur jalan serta fasilitas penunjang yang bisa berdampak terhadap masyarakat.

“Sebab, tinggi jalan yang dikerjakan sudah melebihi pekarangan rumah warga yang bisa mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan air di rumah-rumah warga,” ucapnya.

“Bagaimana tidak merugikan masyarakat, pembangunan yang seharusnya sebagai penunjang fasilitas masyarakat namun malah merugikan masyarakat yang bisa berdampak terhalangnya aliran air disaat musim penghujan,”sambungnya.

Baca Juga :  JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Masih kata Nofal, anehnya perusahaan ini setiap tahun memenangkan tender sebagai Konsultan Perencana pada DSABMBK Kabupaten Bekasi, apakah tidak ada perusahaan lain yang lebih layak dan lebih professional dalam perencanaan pembangunan kontruksi jalan.

Nofal menambahkan, terdapat perubahan teknis pengerjaan kontruksi pembangunan jalan tahun 2024 saat ini. Ditiadakannya penggunaan wiremesh pada kontruksi kerangka jalan yang dikerjakan.

“Sementara jika mengacu pada aturan Kementerian Pekerjaan Umum, kriteria kelas jalan Kota dan Kabupaten adalah kelas tiga dengan daya beban seberat 8 ton,” imbuhnya.

Namun pada kenyataannya, kendaraan berat yang melebihi daya kapasitas jalan melintas di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi, lantaran banyaknya mobilisasi pembangunan di sejumlah wilayah.

”Apakah ini inisiatif Kepala Dinas ataukah Konsultan Perencana yang merubah teknis mentiadakan kerangka wiremesh pada struktur pembangunan jalan. Sementara yang menggunakan wiremesh saja masih ada yang gagal kontruksi, pecah, patah hingga retak.

“Bagaimana saat ini ditiadakan kerangka wiremesh. Ini harus ada evaluasi terhadap sejumlah Konsultan Perencana yang ada disejumlah Dinas khususnya di SDABMBK, karena mereka dibayar pakai uang rakyat jadi jangan se-enaknya membuat kebijakan yang merugikan masyarakat,” pungkasnya. (Hasrul)

Berita Terkait

Madinah Sentil Walikota Bekasi “Ngasih Semangkok Bakso Ngeraup Sekarung”
Nyimak Politik di Kota Bekasi “Kepentingan Masyarakat atau Kelompok”
Kukuhkan 8 Ranting, Sarjan: PAC PP selalu Bersinergi Dengan Pemerintah Desa
Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi
JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad
Mendagri: Triwulan Ketiga, Kota Bekasi Masuk Peringkat 4 Besar Se-Jawa Barat  
Soal Jam Kerja, Disnaker Kota Bekasi Lemah Hadapi PT. Armas Logistic Service
Elektabilitas di Bawah 40 Persen, Tri Adhianto Belum Tentu Menang Pilkada
Berita ini 180 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 19:42 WIB

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Jumat, 19 Juli 2024 - 23:28 WIB

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:29 WIB

Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:19 WIB

Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:00 WIB

Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:59 WIB

Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:16 WIB

Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK

Selasa, 16 Juli 2024 - 18:55 WIB

Bubarkan Polri, Alvin Lim: Masyarakat Sudah Muak Dengan Oknum Polri

Berita Terbaru

Kejaksaan Negeri Blitar

Berita Daerah

Kado HBA, Kejari Blitar Rilis Capaian Kinerja

Senin, 22 Jul 2024 - 08:24 WIB

Foto: Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma

Seputar Bekasi

Nyimak Politik di Kota Bekasi “Kepentingan Masyarakat atau Kelompok”

Minggu, 21 Jul 2024 - 23:59 WIB

Ilustrasi Judi Online

Berita Utama

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:42 WIB

Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA)

Berita Daerah

KKM UNIBA Kelompok 63 Gelar Pengobatan Gratis di Sukajadi Carita

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:16 WIB