Proses Hukum Jalan, Ketua GP Ansor Kebalen Apresiasi PPA Polres Kabupaten Bekasi

- Jurnalis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua PAC GP Ansor Kebalen: Safaruddin Bi'in dan Agus Budiono Saat Mendampingi HP di Polres Metro Kabupaten Bekasi

Foto: Ketua PAC GP Ansor Kebalen: Safaruddin Bi'in dan Agus Budiono Saat Mendampingi HP di Polres Metro Kabupaten Bekasi

BERITA BEKASI – Ketua PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kebalen, Saparudin Bi’in atau biasa disapa Ustadz Safar, mengapresiasi Unit PPA Polres Metro Kabupaten Bekasi yang menangani kasus”hamili pacar, tapi lepas tanggungjawab”.

“Meski perbuatan tersebut adalah dosa dan dilarang agama, tapi bukan berarti pelaku lepas dari hukuman dunia,” tegas Safar ketika berbincang dengan Matafakta.com, Sabtu (15/6/2024).

Habis manis, kata Safar, sepa dibuang itulah istilah yang pantas dilekatkan kepada WF (23), seorang laki-laki banci dan biadab. Setelah berhasil merayu dan membujuk perempuan yang secara hukum masih anak dibawah umur seenaknya lari dari tanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses hukum terus berlanjut. Minggu depan bayi korban HP yang sekarang sudah lahir akan menjalani test DNA agar WF dapat dijerat secara hukum,” ungkap Safar.

Untuk itu, Safar mengapresiasi Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Metro Kabupaten Bekasi yang sudah bersabar memproses hukum atas kasus yang tengah menimpa keponakan perempuannya itu.

“Sejak awal pihak keluarga saya (keluarga perempuan), sudah meminta diselesaikan secara kekeluargaan agar WF menikahi HP, karena memang keduanya berpacaran,” ujar Safar.

Baca Juga :  Madinah Sentil Walikota Bekasi “Ngasih Semangkok Bakso Ngeraup Sekarung”

Tapi apa yang terjadi, lanjut Safar, WF dan keluarganya menolak. Bahkan pihaknya selaku keluarga perempuan yang mendatangi keluarga WF seperti tidak dihargai, sehingga keluarga memutuskan untuk melaporkan WF atas perbuatannya.

“Ini bukan bicara suka sama suka, tapi HP saat itu masih dibawah umur sebagai korban rayuan. Terlebih lagi sampai hamil dan sekarang HP sudah melahirkan,” ujar Safar.

Untungnya, tambah Safar, Negara ini adalah Negara hukum dan sebagai Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kebalen, Kabupaten Bekasi, harus taat dan menghormati hukum agar tidak terjadi hukum rimba yang sama-sama kita tidak inginkan.

“Siapapun tidak akan bisa menerima jika keponakannya dizholimi. Silahkan WF ngak ngaku, tapi hasil test DNA nanti akan berbicara lain dan tidak ada lagi perdamaian hukum harus tegak,” tandas Safar.

Sementara itu, Agus Budiono selaku pendamping hukum HP mengatakan, kasus tersebut sudah naik ketingkat Penyidikan tinggal satu langkah lagi yaitu test DNA terhadap bayi yang dilahirkan HP hasil hubungan asmara WF dan HP.

Baca Juga :  Pasca Rotasi, Pj Walikota Bekasi Mulai Diserang Video Narasi Negatif

“Memang proses agak lama karena HP juga sedang hamil dan sempat mengalami depresi juga malu sama keluarganya, karena pacarannya sudah melebihi batas. Kita pahami itu,” terang Agus.

Selanjutnya, karena HP juga sebentar lagi akan melahirkan maka prosesnya sempat tertunda sambil nantinya agar bisa di test DNA untuk menjawab sangkalan terlapor WF dan keluarganya yang lepas tanggung jawab.

“Asal tahu bahwa korban HP ini bukan perempuan nakal nongkrong aja ngak boleh jauh-jauh sama orang tuanya. Silahkan aja WF dan keluarganya menyangkal,” tutur Agus.

Keluarga WF, lanjut Agus, harus ingat awal korban HP digagahi oleh WF itu usianya masih 17 tahun. Artinya secara Undang-Undang (UU) atau hukum HP saat itu masih dibawah umur belum masuk kategori dewasa.

“Kalau WF sudah dewasa dia bekerja di Jasa Marga Tol Cimanggis-Cibitung. Hasil test DNA nanti-lah yang akan menjawab berkeliynya WF dan keluarganya,” pungkas Agus. (Indra)

Berita Terkait

Madinah Sentil Walikota Bekasi “Ngasih Semangkok Bakso Ngeraup Sekarung”
Nyimak Politik di Kota Bekasi “Kepentingan Masyarakat atau Kelompok”
Kukuhkan 8 Ranting, Sarjan: PAC PP selalu Bersinergi Dengan Pemerintah Desa
Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi
JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad
Mendagri: Triwulan Ketiga, Kota Bekasi Masuk Peringkat 4 Besar Se-Jawa Barat  
Soal Jam Kerja, Disnaker Kota Bekasi Lemah Hadapi PT. Armas Logistic Service
Elektabilitas di Bawah 40 Persen, Tri Adhianto Belum Tentu Menang Pilkada
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 19:42 WIB

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Jumat, 19 Juli 2024 - 23:28 WIB

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:29 WIB

Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:19 WIB

Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:00 WIB

Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:59 WIB

Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:16 WIB

Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK

Selasa, 16 Juli 2024 - 18:55 WIB

Bubarkan Polri, Alvin Lim: Masyarakat Sudah Muak Dengan Oknum Polri

Berita Terbaru

Kejaksaan Negeri Blitar

Berita Daerah

Kado HBA, Kejari Blitar Rilis Capaian Kinerja

Senin, 22 Jul 2024 - 08:24 WIB

Foto: Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma

Seputar Bekasi

Nyimak Politik di Kota Bekasi “Kepentingan Masyarakat atau Kelompok”

Minggu, 21 Jul 2024 - 23:59 WIB

Ilustrasi Judi Online

Berita Utama

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:42 WIB

Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA)

Berita Daerah

KKM UNIBA Kelompok 63 Gelar Pengobatan Gratis di Sukajadi Carita

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:16 WIB