Tanggapan Pernyataan Saifullah Yusuf Mengenai Pelaksanaan Muktamar

- Jurnalis

Minggu, 28 November 2021 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH. Hafidz Taftazani

KH. Hafidz Taftazani

BERITA JAKARTA – Ketua PBNU Saifullah Yusuf meminta agar pelaksanaan Muktamar ke-34 di Lampung dimajukan pada 17 Desember 2021 mendatang.

Saifullah Yusuf menyebut bahwa pada saat ini PBNU tidak dalam keadaan baik-baik saja dengan membawa nama 27 pengurus wilayah yang tidak tahu di mana mereka bertemu, kapan dan siapa yang mengundang.

Menanggapi hal itu, Anggota Panitia Muktamar ke-34 NU, KH. Hafidz Taftazani menyayangkan pernyataan Saifullah Yusuf. Pernyataan tersebut menurut Kiai Hafidz membuat seolaah-olah ada masalah di PBNU.

“Mestinya, orang sekelas Saifullah Yusuf mampu menahan diri dan menciptakan suasana yang kondusif serta tidak membuat resah warga Nahdliyin. Sekali lagi apa yang dikatankan Saifullah Yusuf membuat suasana jadi gaduh,” kata Kiai Hafidz, Minggu (28/11/2021).

Dikatakannya, bahwa Saifullah Yusuf tidak sadar bahwa di PBNU masih ada pemimpin yang memiliki mandat dari Muktamar ke-33 Tahun 2016 di Jombang, yaitu Ketua Umum KH. Said Aqil Siradj. Bukankah, Saifullah Yusuf sendiri yang menjadi Ketua Panitia Muktamar di Jombang.

“Kita tidak boleh menafikan seorang Ketua Umum yang memiliki mandat dari Muktamar. Adalah sangat naif dalam sebuah organisasi, apalagi organisasi besar seperti NU, seseorang melakukan tindakan dengan menafikan pemimpin yang memiliki mandat. Itu merupakan sesuatu yang sangat fatal,” ujarnya.

Padahal, NU sebagai organisasi keagamaan terbesar yang memiliki moral dan etika tertinggi mestinya memberi contoh dalam melaksanakan roda organisasi. Maneuver yang dilakukan Saifullah Yusuf tersebut dapat mengakibatan NU kehilangan “maruah”.

“Saya juga menyayangkan menuver Saifullah Yusuf yang membawa-bawa nama KH. Miftachul Akhyar selaku Pj. Rois Aam yang memiliki posisi paling tinggi yang sangat “manditho” di PB NU, ditarik-tarik untuk persoalan teknis. Padahal saya yakin bahwa di muktamar nanti beliau akan ditetapkan sebagai Rois Aam PBNU,” sambungnya.

Oleh karena itu, posisi Pj. Rois Aam jangan ditarik-tarik kepada hal-hal yang bersifat teknis, apalagi hal tersebut sampai menimbulkan pro dan kontra.

“Kita meyakini apa yang dilakukan oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini tentang waktu pelaksanaan Muktamar bukan keinginan pribadi dan itu sudah barang tentu mempetimbangkan berbagai aspek dan Sekjen tidak akan lepas dari arahan dan tanggung jawab KH. Said Aqil Siradj sebagai satu-satunya mandatris yang ada di NU,” jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, tidak ada siapapun dalam posisi memberikan perintah. Karena siapapun, dalam organisasi manapun jika seseorang sudah tidak menganggap mandataris dan masing-masing bisa melakukan apa yang dia inginkan, maka organisasi tersebut adalah organisasi yang amburadul. Dan itu tentu tidak boleh ada pada NU.

“Jangan sampai muktamar NU di Lampung nanti ini seperti Muktamar di Jombang, Jawa Timur yang panitianya di Ketuai oleh Siafullah Yusuf. Kita ingat betul bahwa penyelenggaraanya secara teknis berantakan, di dalamnya terjadi banyak pro dan kontra,” ungkapnya.

Kiai Hafidz menjelaskan bahwa semua berharap Muktamar menjelang satu Abad NU di Lampung nanti akan menciptakan hal-hal baru sebagai pijakan tinggal landas menuju milennium kedua. Siapapun yang berada di jajaran pengurus NU, baik PB, PW maupun PC senantiasa menaati kode etik sesuai dengan aturan organisasi.

“Siapapun nanti yang akan terpilih menjadi pimpinan NU yang akan datang, kita ucapkan “innalilahi wa innailaihi rojuin,” pungkasnya. (Usan)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB