Soal Pembatalan Proyek PSEL, JNW: Bisa Aja Mantan Walikota Bekasi Ngelesnya!

- Jurnalis

Senin, 24 Juni 2024 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPA Sumurbatu Kota Bekasi

TPA Sumurbatu Kota Bekasi

Penetapan Pemenang Yang Diumumkan Sehari Sebelum Masa Jabatan Walikota Sebulan Tri Adhianto Berakhir Itu Yang Perlu Dipertanyakan”

BERITA BEKASI – “Lempar batu sembunyi tangan” istilah itulah yang cocok disemartkan atas pernyataan mantan Walikota Bekasi Tri Adhianto, terkait pembatalan pemenang Proyek Pengelolaan Sampah Energy Listrik (PSEL).

Hal itu dikatakan Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW) Indra Sukma yang ikut menyoroti pembatalan pemenang PSEL pengolaan sampah asal China oleh Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu hanya upaya Tri Adhianto ngeles atas kebijakan yang dia buatnya sendiri bahwa Proyek PSEL itu hanya meneruskan kepemimpinan sebelumnya,” terang Indra, Senin (24/6/2024).

Pasalnya, lanjut Indra, proyek yang sempat menyita perhatian berbagai pihak itu sudah dilalui dengan Peraturan Walikota (Perwal) yang dikeluarkan pada tahun 2022 saat Tri Adhianto menjabat Plt Walikota Bekasi.

Baca Juga :  JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

“Perwal Nomor 36 Tahun 2022 tentang Pemilihan Mitra Kerjasama Pengolahan Sampah Energy Listrik atau PSEL Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan ditandatangani Tri Adhianto pada Desember 2022,” jelasnya.

Bahkan, kata Indra, kabarnya proyek PSEL tersebut dapat menimbulkan persoalan hukum dan pembatalan juga lantaran adanya pelanggaran Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor: 22 Tahun 2020, tentang tata cara kerjasama dengan pihak ketiga.

“Sesuai informasi yang beredar bahwa EEI-MHE-HDI-XHE sebagai pemenang proyek PSEL dengan nilai investasi sebesar Rp1,6 triliun itu tidak memiliki bidang usaha KBLI No. 35111 dan 38211,” ujarnya.

Seperti diketahui, bahwa lelang proyek PSEL tersebut dimenangkan konsorsium asal China EEI (Everbright Environment Investment)-MHE-HDI-XHE. Sementara peserta lainnya, yaitu konsorsium CMC-ASG-SUS, dinyatakan tidak lulus.

“Bahkan saat itu juga, Pemerintah Kota Bekasi perlu menjalankan rekomendasi KPPU terkait pelaksanaan tender pemilihan mitra pengelolaan sampah menjadi energy listrik atau proyek PSEL tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mendagri: Triwulan Ketiga, Kota Bekasi Masuk Peringkat 4 Besar Se-Jawa Barat  

Dalam rekomendasi dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam surat rekomendasi 14 November 2023, KPPU meminta Pemkot Bekasi memperhatikan aspek persaingan usaha yang sehat dalam proses pengadaan.

“Pemkot Bekasi diminta mematuhi setiap ketentuan pengadaan barang dan jasa sesuai semangat pencegahan pelanggaran UU. Jika dipandang perlu, maka proses pemilihan pemenang lelang PSEL dapat dilakukan peninjauan atau tender ulang,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Indra JNW apresiasi Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad yang telah membatalkan pemenang proyek PSEL tersebut agar tidak menjadi bom waktu dikemudian hari sebab tata kelola selama proses tender tidak dijalankan dengan baik.

“Sebagai seorang ASN yang menjabat Kabiro Kemendagri yang ditugaskan menjadi Pj Walikota Bekasi tentu Raden Gani Muhamad cermat dalam mengambil sebuah keputusan,” pungkas Indra. (Dhendi)

Berita Terkait

Madinah Sentil Walikota Bekasi “Ngasih Semangkok Bakso Ngeraup Sekarung”
Nyimak Politik di Kota Bekasi “Kepentingan Masyarakat atau Kelompok”
Kukuhkan 8 Ranting, Sarjan: PAC PP selalu Bersinergi Dengan Pemerintah Desa
Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi
JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad
Mendagri: Triwulan Ketiga, Kota Bekasi Masuk Peringkat 4 Besar Se-Jawa Barat  
Soal Jam Kerja, Disnaker Kota Bekasi Lemah Hadapi PT. Armas Logistic Service
Elektabilitas di Bawah 40 Persen, Tri Adhianto Belum Tentu Menang Pilkada
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 19:42 WIB

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Jumat, 19 Juli 2024 - 23:28 WIB

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:29 WIB

Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:19 WIB

Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:00 WIB

Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:59 WIB

Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:16 WIB

Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK

Selasa, 16 Juli 2024 - 18:55 WIB

Bubarkan Polri, Alvin Lim: Masyarakat Sudah Muak Dengan Oknum Polri

Berita Terbaru

Kejaksaan Negeri Blitar

Berita Daerah

Kado HBA, Kejari Blitar Rilis Capaian Kinerja

Senin, 22 Jul 2024 - 08:24 WIB

Foto: Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma

Seputar Bekasi

Nyimak Politik di Kota Bekasi “Kepentingan Masyarakat atau Kelompok”

Minggu, 21 Jul 2024 - 23:59 WIB

Ilustrasi Judi Online

Berita Utama

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:42 WIB

Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA)

Berita Daerah

KKM UNIBA Kelompok 63 Gelar Pengobatan Gratis di Sukajadi Carita

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:16 WIB