AMPUH: Pecat Dong, ASN dan Non ASN Kota Bekasi Terlibat Politik Praktis   

- Jurnalis

Kamis, 18 April 2024 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi: Zeno Bachtiar

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi: Zeno Bachtiar

BERITA BEKASI – “Meski sering terulang dugaan ASN dan Non ASN Kota Bekasi yang terlibat politik praktis yang dengan terang-terangan mendukung salah satu calon Walikota Bekasi hingga kini tdak satupun terdengar dikenakan sanksi.

Hal itu dikatakan Sekjen Aliansi Masyarakat dan Pemuda Nusantara Merah Putih (AMPUH), Heru Purwoko menanggapi adanya himbauan di Group WhatsApp pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi untuk memilih salah satu calon Walikota Bekasi.

“Ini bukan kabar baru adanya Non-ASN atau pegawai TKK yang menyerukan pilih salah satu calon Walikota Bekasi. Bahkan ASN pun yang sempat ramai tak satupun kena sanksi dan sekarang terulang lagi,” kata Heru menanggapi Matafakta.com, Kamis (18/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengawasan netralitas dari yang semula bersifat represif dengan prinsip memperbaiki apa yang sudah terjadi, sebaiknya didorong menjadi bersifat preventif mencegah supaya jangan terjadi lagi atau sengaja terus berulang, sehingga bisa menciptakan Pilkada Kota Bekasi yang bersih.

“Bagaimana dengan Bawalu Kota Bekasi jangan cuma bisa ingatkan Pj Walikota Bekasi dengan bersurat soal larangan mutasi jelang Pilkada, tapi prilaku pelanggaran juga ditindak dong agar seimbang,” tegas Heru.

Baca Juga :  Pasca Rotasi, Pj Walikota Bekasi Mulai Diserang Video Narasi Negatif

Dikatakan Heru, Undang-Undang (UU) Nomor: 7 Tahun 2018 soal keterlibatan ASN maupun non ASN yang tidak boleh politik praktis dan Perwal Walikota Bekasi Nomor: 42 Tahun 2017, tentang Tata Cara Pembinaan Tenaga Kerja Kontrak di Lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

“Itukan sudah jelas dan kita berharap Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad juga tegas, karena sudah sering kali mengingatkan. Apel pagi perdana pasca libur lebaran juga Pj Gani sudah kembali mengingatkan, tapi terjadi lagi,” tandasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah benner profil calon Walikota Bekasi Tri Adhianto yang menjelaskan tentang beberapa poin pribadi Ketua KONI Kota Bekasi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Bekasi itu.

Banner yang tersebar pada Group WhatsApp tidak hanya diteruskan perorangan, namun disebarluaskan hingga adanya ajakan pada salah satu Group Tenaga Kerja Kontrak (TKK) pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Dalam potongan tangkapan layar pada Group Whatsapp TKK Dishub Kota Bekasi itu, salah satu anggota mengirimkan banner profil calon Walikota Bekasi dan menyerukan kepada anggota memilih Tri Adhianto pada November 2024 mendatang.

Baca Juga :  Elektabilitas di Bawah 40 Persen, Tri Adhianto Belum Tentu Menang Pilkada

“10 alasan Mas Tri adalah pemimpin yang tepat untuk Kota Bekasi, Ayo saudaraku, Ayo Sahabatku, Ayo Kerabatku, pada Pilkada 2024 jatuhkan pilihan dan berikan suaramu untuk Dr. Tri Adhianto,” tulis tagline pada banner yang tersebar di Group WhatsApp TKK Dishub Kota Bekasi, Rabu 17 April 2024.

Saat dikonfirmasi, salah satu TKK Dishub Kota Bekasi mengaku tidak masuk dalam group WhatsApp TKK Dishub Kota Bekasi yang baru diangkat pada tahun 2018 yang anggotanya didominasi rata-rata diduga menjadi barisan simpatisan Tri Adhianto.

Dia menyebut, slogan yang tertera dalam profil Tri Adhianto yang viral tersebut, bertolak belakang belakang dangan fakta yang dialami ribuan TKK Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang belakangan kecewa dengan hasil keputusan yang dibuat Tri Adhianto.

“Ya, saat beliau masih menjabat Plt Walikota Bekasi hingga sebulan menjabat jadi Walikota Bekasi. Itukan baru 10 item pencitraan, tambahi dong jadi 11 yang bunyinya pada item 11 itu, sudah mengurangkan gaji TKK, hehehe,” sindirnya. (Dhendi)

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi
JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad
Mendagri: Triwulan Ketiga, Kota Bekasi Masuk Peringkat 4 Besar Se-Jawa Barat  
Soal Jam Kerja, Disnaker Kota Bekasi Lemah Hadapi PT. Armas Logistic Service
Elektabilitas di Bawah 40 Persen, Tri Adhianto Belum Tentu Menang Pilkada
Baru 20 Persen, Proyek Jembatan Muara Gembong PT. GMP Terancam Wanprestasi
Rugikan Negara, Ketua JNW: Proyek Plat Merah Tak Sesuai Kontrak Bisa Pidana
Yusuf Blegur: Berisiko Tinggi Jika DPP PDI-P Merekom Tri Adhianto
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 22:07 WIB

Kejati DKI Tahan 4 Tersangka Korupsi Surat Garansi Bank

Rabu, 17 Juli 2024 - 09:22 WIB

Penyidikan Perkara Komoditi Emas 109 Ton Kian Seru

Selasa, 16 Juli 2024 - 17:26 WIB

Dua Kali Mangkir, Hakim PN Jakpus “Warning” Satgas Judol dan Bareskrim

Selasa, 16 Juli 2024 - 17:08 WIB

Kejari Indramayu Tahan Koruptor Proyek Tebing Air Terjun Buatan

Selasa, 16 Juli 2024 - 12:58 WIB

Perkara Korupsi Gula, Penyidik Panggil Kepala KPPBC Dumai

Selasa, 16 Juli 2024 - 11:49 WIB

Korupsi Proyek KA, Tiga Mantan Pejabat Kemenhub Mulai Diadili

Selasa, 16 Juli 2024 - 08:02 WIB

Muklis Manajemen PT. Antam Diperiksa Terkait Emas 109 Ton

Selasa, 16 Juli 2024 - 06:08 WIB

Kejati Jabar Tahan Eks Pejabat Kemendagri Kasus BOT Pasar Cigasong Majalengka

Berita Terbaru

Foto: Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan Bersama Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad Saat Penyerahan Asset Wilayah Pelayanan Air Bersih

Seputar Bekasi

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Jul 2024 - 14:20 WIB

Mendagri Gelar Rakor Akselerasi Indikator Strategis Pembangunan Jawa Barat

Seputar Bekasi

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Jul 2024 - 01:50 WIB

Foto: Kapuspenkum Kejagung: Harli Siregar

Berita Utama

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Jul 2024 - 23:28 WIB