Eco-Enzyme Berasal Dari Fermentasi Limbah Menjadi Berkah

- Jurnalis

Selasa, 2 Januari 2024 - 00:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eco-Enzyme Berasal Dari Limbah Menjadi Berkah

Eco-Enzyme Berasal Dari Limbah Menjadi Berkah

BERITA BEKASI – Sampah merupakan material sisa yang tak terpisahkan dari suatu proses yang memiliki dampak terhadap lingkungan jika dibiarkan terlalu lama tanpa ada pengolahan lanjutan.

Manusia secara lahiriah sejak lahir sudah menghasilkan sampah dan akan berlangsung terus sampai seumur hidupnya.

Jika hal ini berlangsung terus menerus tanpa ada penanganan dikuatirkan akan terjadi ledakan sampah baik sampah organik maupun sampah non organic.

Seperti kita ketahui bersama bahwa kita menempati bumi ini berbagi tempat dengan hewan, tanah pertanian, dunia usaha dan lain sebagainya.

Jika harus ditambahi area penimbunan sampah yang meluas akan menyebabkan sempitnya pemukiman manusia.

Hal-hal yang membahayakan dengan adanya menimbunan sampah yang meluas adalah tercemarnya udara, kesehatan masyarakat yang terganggu, berkurangnya pemukiaman dan lain sebagainya.

Salah satu alternatif yang ditawarkan dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya melalui Yayasan Swara peduli Ceria adalah penanganan sampah domestic atau rumah tangga dapat tertangani lebih baik.

Pengolahan limbah rumah tangga sederhana yang dapat diterapkan untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar.

Misalnya dibuat produk berupa pupuk kompos yang nantinya bisa digunakan untuk tanaman-tanaman disekitar rumah.

Kegiatan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos untuk bertujuan untuk memberikan informasi kepada anggota Yayasan Swara Peduli Ceria dalam memilih dan memilah sampah dan peka terhadap isu lingkungan.

Selain itu kegiatan ini bisa menjadi pemicu bagi penghuni Yayasan untuk lebih peka terhadap isu lingkungan terkait pemisah sampah organik dan non organic.

Selain itu, memberikan informasi terkait proses pengomposan sampah organik, mempraktikkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Pembuatan pupuk cair kepada masyarakat di Yayasan Swara Peduli Ceria Klender adalah dengan pemanfaatan eco-enzyme, yaitu dengan memanfaatkan sisa sampah organik seperti sisa buah dan sayuran untuk membuat pupuk cair untuk tanaman.

Elvi Kustiah sebagai juru bicara tim dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menjelaskan, dengan menggunakan bahan serderhana yang terdiri dari gula, air dan limbah domestic.

“Seperti buah dan sayuran yang diproses sedemikian rupa serta melalui masa fermentasi selama 3 bulan maka akan dihasilkan eco-enzyme yang dapat digunakan sebagai pupuk organic,” jelasnya.

Cairan  hasil fermentasi  eco  enzyme  ini  selain menjadi pupuk kegunaannya  antara  lain  pembersih  serba guna,  pupuk tanaman, pengusir hama yang ramah lingkungan.

“Dari proses pengolahan ini dapat disimpulkan bahwa eco-enzyme dapat mengubah sampah organic yang selama ini dianggap tidak berguna menjadi produk yang sangat bermanfaat,” pungkasnya. (Alin)

Berita Terkait

Versi Terbaru, Ifan Seventeen Kembali Membawa Luka dan Kerinduan
Kisah Althafunissa Menginspirasi Gaya Muslimah Indonesia
Transera Waterpark Harapan Indah Bekasi Gelar Pesta Imlek Festival
Artis Senior Adi Bing Slamet Singgah di Warung Bakso BENHIL Kebalen
Duo Penegak Hukum Raih Gelar Bangsawan Keraton Surakarta
Rilis Lagu Baru, Ini Kata Prima Soal Sheila On 7 di Malaysia
Alvin Lim Berikan Kado Istimewa di Ultah Putrinya Kate Voctoria Lim  
Belajar dari Dedi si ‘Mr.Turba’

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Versi Terbaru, Ifan Seventeen Kembali Membawa Luka dan Kerinduan

Selasa, 6 Mei 2025 - 16:47 WIB

Kisah Althafunissa Menginspirasi Gaya Muslimah Indonesia

Sabtu, 11 Januari 2025 - 18:28 WIB

Transera Waterpark Harapan Indah Bekasi Gelar Pesta Imlek Festival

Minggu, 5 Januari 2025 - 17:52 WIB

Artis Senior Adi Bing Slamet Singgah di Warung Bakso BENHIL Kebalen

Sabtu, 21 Desember 2024 - 14:29 WIB

Duo Penegak Hukum Raih Gelar Bangsawan Keraton Surakarta

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB