Aseng Terpidana Pemanfaatan Lahan Ilegal Ditangkap Tim Tabur

Terpidana Herdi Hermawan (Aseng)

BERITA JAKARTA – Herdi Hermawan alias Aseng terpidana kasus pemanfaatan lahan ilegal hanya bisa menahan rasa malu dengan menutupi jaket saat kedua dua tangannya terborgol.

Aseng ditangkap Tim Tangkap Buron (Tim Tabur) Kejaksaan Agung RI pada, Sabtu 19 Februari 2022 pukul 17.00 WIB, berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 854 K/Pid.Sus-LH/2018 tanggal 30 Juli 2018.

Aseng, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘menyuruh, melakukan dan turut serta melakukan pengangkutan, menguasai atau memiliki hasil hutan tanpa dilengkapi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya mengatakan, Aseng ditangkap di Kuwukan Garuda Kaveling Ramayana Nomor A1-A2, Lontar, Sambi, Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA), Hardi Hermawan alias Aseng dijatuhi pidana selama 1 tahun hukuman penjara. Namun dia justru melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 88 huruf a jo Pasal 16 UU RI No. 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” kata Leonard, Minggu (20/2/2022).

Oleh karenanya, sambung Leonard, terpidana dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp500.000.000, dengan ketentuan apabila tidak membayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

Leonard menjelaskan, terpidana Aseng tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan karenanya yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO.

“Setelah berhasil ditangkap, Hardi saat ini sudah dibawa Tim Tabur Kejagung ke Kalimantan Tengah untuk menjalani eksekusi,” paparnya.

Lebih lanjut, Leonard pun mewanti-wanti para buron lain yang sampai saat ini masih melarikan diri. Dia menegaskan Kejagung akan menangkap seluruh DPO yang masih buron.

“Melalui program Tabur Kejaksaan, kami mengimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” pungkasnya. (Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *