Lecehkan Institusi, MAKI Minta Kapolri Tindak Dirut PT. BEP

Laporan MAKI

BERITA JAKARTA – Lantaran diduga telah melecehkan institusi Polri, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman meminta kepada Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo agar segera menindak ER selaku Direktur PT. BEP.

Pasalnya, Boyamin, ER disinyalir telah mengancam penyidik Subdit Fismondev Polda Kaltim dengan mencatut dan membawa-bawa nama institusi Propam Polri.

Hal tersebut, dikemukakan Boyamin kepada wartawan di Jakarta seusai menyerahkan surat pengaduan kepada Kapolri di Jalan Trunojoyo No. 3, Jakarta Selatan, Kamis (10/2/2022).

Dikatakan Boyamin, dugaan pengancaman itu bermula ketika penyidik Subdit Fismondev Polda Kaltim bermaksud hendak memeriksa ER selaku terlapor dugaan pidana penggelapan Boedel Pailit PT. BEP pada 27 September 2021.

Alih-alih bersedia diperiksa, ER diduga malah mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp (WA), yang berisi “ancaman” kepada penyidik Subdit Fismondev Polda Kaltim yang akan memeriksa dirinya.

Isi pesan tersebut:  “Saya E….n, maksudnya apa kamu periksa saya? kamu jagoan? angkat telepon saya”, tulis ER.

Kemudian penyidik membalas pesan ER: ”Selamat malam Bapak mohon maaf sebelumnya, terkait undangan klarifikasi. Itu kami tujukan kepada pada Direktur PT. Atap Tri Utama. Saya hanya menjalankan tugas,” balas penyidik.

ER kembali membalas WA: ”Tidak perlu minta ijin. Kamu jagoankan sama Kasubditmu. Saya tunggu. Kasih tahu Kasubditmu Hery. Tidak usah munafik didepan saya. Saya tunggu, awas aja kalau tidak benar. Saya tunggu semua. Kamu diperiksa PROPAM ya kamu tanggung jawab sendiri. Saya tunggu kamu, saya yang kuat atau kamu yang kuat”.

Boyamin meyakini, ER diduga memiliki backing oknum pejabat Polri. Disebut-sebut “ancamannya” bukan sebuah gertak sambal. Hal itu terbukti sejak dugaan peristiwa pengancaman, penyidik Subdit Fismondev Polda Kaltim hingga kini tidak pernah berhasil memeriksa ER, P dan KTT PT. BEP.

Selain itu, pria yang kerap “menggugat” institusi hukum mengungkapkan, PT. SBS dan PT. PBJ diduga merupakan pembeli hak cessie palsu yang dugaan direkayasa menjadi Kreditor Saparatis dan Kreditor Konkuren oleh kelompok ER dan P.

“Kedua perusahaan tersebut diduga kreditur fiktif yang tidak berkemampuan secara finansial untuk membeli piutang PT. SDN,” akunya.

Sehingga Boyamin meyakini berdasarkan serangkaian petunjuk yang saling berkesesuaian telah cukup untuk dapat menetapkan ER, P dan kawan-kawan sebagai tersangka dugaan pidana penggelapan Boedel Pailit PT. BEP Jo TPPU dan atau pemberian sumpah palsu dan atau keterangan palsu dalam   pailit PT. BEP.

“Praktek dugaan mafia pailit merupakan modus operandi baru dugaan kejahatan perampokan asset yang dapat merusak iklim investasi di Indonesia,” imbuh lelaki berpenampilan sederhana.

Belum Tersentuh Hukum

Boyamin juga menjelaskan, meski telah ada 4 laporan polisi terhadap ER, namun kata dia, entah mengapa belum bisa menjerat Direktur PT. BEP, berinisial ER.

Pertama laporan polisi No: LP/B/0754/XII/2021/SPKT Bareskrim Polri tanggal 16 Desember 2021 atas nama pelapor Eko Juni Anto, ER dipersangkakan mengangkat diri sendiri sebagai “Direktur” PT. BEP dengan membuat dan penggunaan surat kuasa yang diduga isinya palsu.

Kemudian laporan polisi di Polda Jawa Timur: LPB/153/II/2020/UM/Jatim dan Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STPL/113/XII/2021/SPKT I/Polda Kaltim, tanggal 10 Desember 2021, ER dan kawan-kawan dilaporkan oleh Richard Dengah Pontonuwu melakukan dugaan pidana Pasal 170 KUHP atau Pasal 406 KUHP.

“Selaku Koordinator MAKI saya meminta kepada Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar segera menangkap dan menahan ER dan kawan-kawan, untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas dia. (Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *