Warga Cipayung Minta PLN Cikarang Perbaiki Tiang Listrik

BERITA BEKASI – Warga Kampung Babakan Lio RT002/RW003, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, khawatir dengan robohnya tiang kabel listrik ke kolam ikan milik warga hingga kabelnya terendam air.

“Robohnya itu, langsung masuk keempang warga jadi kabelnya terendam air. Saya bersama warga lainnya berinisiatif menyanggah kabel listrik dengan bambu,” kata Ungut warga Kampung Babakan Lio kepada Matafakta.com, Sabtu (26/06/2021).

Menurut Ungut, tiang listrik yang roboh itu ada dua tiang yang sampai saat ini kabelnya masih disanggah dengan menggunakan bambu yang sering kali diganti warga dikarenakan bambunya patah menahan beban kabel.

“Kejadian robohnya dua tiang listrik itu sejak tahun 2020, ya udah satu tahun, tapi petugas PLN seakan membiarkan, karena samapi saat ini belum juga ada perbaikan dari pihak PLN,” jelas Ungut polos.

Hal senada juga dikatakan Yasin yang kediamannya dekat dengan tiang listrik yang roboh mengatakan, bahwa dirinya juga sering mengganti bambu ketika patah akibat menahan beban kabel listrik.

“Kita mengganti tiang bambunya juga harus hati-hati takut ada kabel yang robek, kami juga sudah melaporkan ke Kepala Dusun supaya pihak PLN segera mengganti dengan tiang standar PLN biar kami tidak was-was,” kata Yasin.

Sementara itu, Kepala Dusun ll, Agus mengatakan, dirinya sering mendapat teguran dari warga kapan tiang listrik yang roboh akan diperbaiki pihak PLN.

“Saya sudah sering melaporkan kepada petugas PLN agar secepatnya tiang listrik itu diperbaiki. Itu kan robohnya kalau ngak salah bulan Januari 2020, sudah satu tahun dibiarkan, apalagi dua tiang listrik itu robohnya keempang warga,” ujarnya.

Alhamdulillah, tambah Agus, warga kompak dan sementara kabelnya ditopang pakai bambu oleh warga, satu titik lagi tiang listrik yang roboh keempang warga yaitu di Kampung Rancaiga RT002/RW004.

“Sampai saat ini dibiarkan tiangnya terendam air diempang warga kwatir jika ada kabel yang terkelupas pastinya akan mengalirkan setrum yang dapat membahayakan keselamatan warga sekitar,” pungkasnya. (Mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *